Korban Laka Lantas Anjlok Drastis, Polres Pekalongan Bongkar Fakta Kinerja 2025: Narkoba Masih Mengintai
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Fakta mengejutkan terungkap dalam Rilis Akhir Tahun Polres Pekalongan 2025. Di tengah dinamika keamanan yang terus bergerak, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pekalongan turun drastis sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, dalam kegiatan rilis akhir tahun yang digelar di Aula Mapolres Pekalongan, Rabu (31/12/2025), didampingi Wakapolres Kompol Muhamad Nurkholis, serta jajaran pejabat utama. Kegiatan diikuti puluhan jurnalis dan diawali penayangan video kaleidoskop kinerja Polres Pekalongan sepanjang 2025.
Sepanjang tahun 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat 209 kejadian, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 257 kasus. Penurunan ini berbanding lurus dengan angka fatalitas kecelakaan.
“Penurunan ini juga berdampak pada keselamatan jiwa. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun sangat drastis, dari 8 orang pada 2024 menjadi 2 orang di tahun 2025,” jelas AKBP Rachmad.
Baca juga: Belum Diserahterimakan, Gedung Baru SMAN 1 Wiradesa Ambruk
Meski capaian lalu lintas menunjukkan tren positif, Kapolres mengakui masih terdapat pekerjaan rumah di sektor lain. Jumlah tindak kriminal mengalami kenaikan tipis, dari 194 kasus pada 2024 menjadi 196 kasus di 2025, disertai meningkatnya pelanggaran hukum dan gangguan ketertiban umum.
Di sisi penanggulangan bencana, Polres Pekalongan mencatat hasil menggembirakan. Berkat penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan, jumlah kejadian bencana alam berhasil ditekan lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sorotan tajam juga diarahkan pada peredaran narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius. Sepanjang 2025, Polres Pekalongan berhasil mengungkap 52 perkara narkoba, mencakup narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang, dengan sebagian besar perkara telah diselesaikan.
Salah satu pengungkapan besar yang menyita perhatian publik adalah kasus peredaran sabu seberat 50 gram yang diwarnai perlawanan bersenjata.
“Situasi di lapangan saat itu sangat berisiko, namun berkat profesionalisme dan kesiapan anggota, pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti,” tegasnya.
Baca juga: Pastikan Natal Damai, Kapolres Pekalongan Kerahkan Ratusan Personel di Ops Lilin Candi 2025
Tak hanya narkoba, sederet kasus lain yang meresahkan masyarakat juga berhasil dituntaskan, mulai dari perjudian, kejahatan seksual terhadap anak, hingga tindak pidana perdagangan orang, dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 100 persen.
Dalam momen refleksi tersebut, AKBP Rachmad juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan pelayanan Polri selama 2025.
“Kami menyadari masih ada kekurangan. Untuk itu saya secara pribadi dan institusi menyampaikan permohonan maaf. Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dengan tetap menjunjung sikap tegas, humanis, dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, Polres Pekalongan turut aktif mendukung program strategis nasional, mulai dari Asta Cita, penguatan ketahanan pangan melalui penanaman jagung, perekrutan Bakomsus bidang pertanian, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis.
Menutup rilis akhir tahun, Kapolres Pekalongan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Kami membutuhkan dukungan, kritik, dan pengawasan dari semua elemen, termasuk media dan generasi muda. Dengan kebersamaan, kami optimistis Polres Pekalongan dapat terus berbenah menuju Polri yang Presisi dan benar-benar hadir untuk masyarakat,” pungkasnya.

Komentar Anda