Dari Cukai Kembali ke Lahan, 500 Buruh Tani Tembakau Pekalongan Terima 'Suntikan' Modal Tunai



KFM PEKALONGAN, KAJEN - Angin segar berembus bagi ratusan buruh tani tembakau di wilayah pelosok Kabupaten Pekalongan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Sosial resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Langkah strategis ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi dari pemerintah atas kontribusi nyata para buruh tani tembakau dalam mendukung pendapatan negara. 

Penyaluran bantuan tersebut dilangsungkan di Aula Lantai I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan pada Rabu (15/07/2026). Acara dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, jajaran Kepala OPD, Pimpinan Cabang Bank Jateng Kajen, para camat, serta perwakilan petani dari wilayah penghasil tembakau seperti Petungkriyono, Paninggaran, Kandangserang, dan Kajen.

Dalam penyerahan BLT DBHCHT kali ini, sebanyak 500 buruh tani tembakau tercatat sebagai penerima manfaat. Pemkab Pekalongan memastikan bantuan ini sampai ke tangan masyarakat tanpa berkurang sepeser pun. Nominal Bantuan Rp300.000 per bulan. Periode 2 bulan berturut-turut.Total Diterima Rp600.000 secara utuh (bebas potongan pajak).

Baca juga: Tangis Pecah di Pinus Siampel, Saat Dekapan Ayah Menjadi 'Perisai' Terbaik Anak Perempuan Pekalongan

Plt. Bupati Sukirman menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan berkomitmen memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan ini memastikan bahwa aliran dana dari pusat langsung dikembalikan untuk kemaslahatan warga setempat.

"Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ini dikumpulkan oleh pemerintah dan diturunkan kembali ke daerah untuk memprioritaskan sektor pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Karena Bapak dan Ibu sekalian memiliki andil serta peran yang sangat besar dalam menghasilkan komoditas tembakau di lingkungan kita, maka Bapak dan Ibu menjadi prioritas utama untuk menerima Bantuan Langsung Tunai ini," ujar Sukirman.

Sukirman berharap insentif reguler ini diterima dengan ikhlas dan digunakan secara bijak untuk kebutuhan dasar keluarga, sekaligus memacu produktivitas sektor pertanian demi mendongkrak ekonomi daerah.

"Ini merupakan penghargaan atau apresiasi kepada para petani tembakau dari pemerintah karena memang mereka yang menghasilkan produk tembakau yang menjadi pendapatan negara, yang kemudian di dana bagi hasilkan kepada daerah, agar dimanfaatkan sepenuhnya. Kita tadi berharap para petani ikhlas menerima dan lebih meningkatkan kinerjanya tentu saja," pungkas Sukirman.

Baca juga: Dobrak Keterisolasian, Jalan 800 Meter di Wonorejo Digempur Lewat TMMD Sengkuyung Pekalongan 2026

Bagi para petani di tingkat tapak, bantuan tunai ini memiliki arti yang sangat besar. Alih-alih hanya digunakan untuk konsumsi harian, dana ini menjadi modal krusial untuk keberlanjutan masa tanam mereka.

Maryam, seorang petani tembakau asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kandangserang, yang telah melakoni profesi ini selama tiga tahun, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Kandangserang yang berada di wilayah perbukitan membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit untuk pengolahan lahan.

"Kami mewakili warga masyarakat Desa Sukorejo mengucapkan terima kasih sekali dengan adanya BLT ini. Bantuan dari pemerintah ini sangat membantu warga kami untuk bekerja di lahan. Rencananya dana ini akan kami gunakan untuk tambah modal olah lahan, karena setiap kali mau menanam, lahan harus terus diolah secara berkala," ungkap Maryam terbuka.

Dengan adanya penyaluran langsung melalui skema kemitraan perbankan daerah ini, Pemkab Pekalongan berharap perputaran ekonomi di sektor pertanian tembakau dapat berjalan lebih cepat dan tangguh menghadapi tantangan musim.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.