Gebrakan BI Tegal Cetak UMKM Pekalongan Go Global, Sabet Best Kolaborator hingga Tembus Ekspor Miliaran Rupiah
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal dalam mendongkrak kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok tani di Kabupaten Pekalongan berbuah manis. BI Tegal dianugerahi penghargaan Best Kolaborator oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam perhelatan Pekan Raya Kajen 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan moral bagi pihaknya untuk makin solid berkolaborasi dengan pemda maupun para pelaku usaha. Pendampingan yang diberikan tak sekadar menaikkan kapasitas produksi, tetapi juga membukakan jalan menuju pasar ekspor mancanegara.
“Ini menjadi bukti bahwa produk UMKM daerah, khususnya kopi, memiliki potensi untuk bersaing di pasar internasional apabila mendapatkan pendampingan dan akses pasar yang tepat,” tegas Bimala, Selasa, (25/08/2026).
Dampak riil dari pendampingan BI Tegal terlihat jelas pada kinerja ekspor Limbung Kopi. UMKM asal Pekalongan ini sukses mengekspor tiga kontainer kopi ke Yunani dengan nilai total mencapai Rp4,2 miliar. Tak berhenti di situ, kesepakatan pengiriman lanjutan senilai Rp1,4 miliar (19,8 ton) berhasil dikunci dalam ajang Java Coffee Culture di Surabaya.
Jejak ekspor produk lokal ini juga meluas ke negara-negara lain:
• Prancis: Memfasilitasi transaksi ekspor senilai Rp1,55 miliar.
• Amerika Serikat (Washington): Mengunci kesepakatan business matching 1 ton kopi Arabica Honey Anaerob pada gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta, 20–23 Agustus 2026.
• Pembiayaan UMKM: Memfasilitasi business matching akses pembiayaan senilai Rp500 juta.
Baca juga: Dari Lereng Pekalongan ke Panggung Eropa, Kopi Binaan BI Tegal Sabet Transaksi Rp 2,9 Miliar di JCFF
Program pendampingan BI Tegal dirancang lintas sektor. Selain komoditas utama seperti kopi dan padi, pembinaan menyasar sektor kuliner, kerajinan, pengolahan keripik laut, hingga Rumah Kreatif Disabilitas. Sektor pariwisata berbasis komunitas juga mendapat perhatian khusus melalui pengembangan potensi desa wisata di Petungkriyono dan Kalipaing.
Sementara itu, di area Pekan Raya Kajen 2026, BI Tegal turut menghadirkan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan keamanan transaksi digital lewat kuis interaktif berhadiah voucher belanja UMKM.
"Langkah akselerasi pembayaran nontunai terus diperkuat dengan mewajibkan seluruh UMKM binaan pameran menggunakan QRIS. Hasilnya, hingga Agustus 2026, capaian transaksi QRIS BI Tegal berhasil menembus angka 110 persen dari target bulanan," imbuh Bimala.
Rangkaian integrasi program ini diharapkan terus mendorong UMKM Kabupaten Pekalongan semakin mandiri, berdaya saing global, dan siap menguasai pasar internasional.

Komentar Anda