Dari Lereng Pekalongan ke Panggung Eropa, Kopi Binaan BI Tegal Sabet Transaksi Rp 2,9 Miliar di JCFF
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Kualitas kopi lokal asal eks-Karesidenan Pekalongan kini makin diperhitungkan di kancah global. Melalui pendampingan berkelanjutan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, UMKM kopi binaan sukses melesat menembus pasar internasional hingga meraup potensi transaksi bisnis mencapai Rp 2,9 miliar.
Capaian manis tersebut diraih usai KPw BI Tegal memboyong tiga UMKM kopi binaannya melantai di ajang Java Coffee and Flavors Festival (JCFF). Kehadiran produk lokal ini tak sekadar memikat pengunjung, tetapi juga berbuah kesepakatan bisnis nyata (business matching) dengan buyer asal Benua Biru, Eropa.
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian para pelaku usaha lokal yang berhasil meyakinkan para pembeli mancanegara.
"Alhamdulillah, salah satu UMKM kopi binaan kami berhasil menembus business matching perdagangan dengan buyer dari Yunani senilai Rp1,4 miliar. Rencananya pengiriman produk akan dilakukan pada Agustus mendatang," ujar Bimala Senin (23-07-2026).
Tak berhenti di situ, daya pikat aroma kopi binaan BI Tegal juga berhasil menggaet pembeli dari negara mode dunia. UMKM kopi binaan lainnya sukses mengamankan kesepakatan business matching dengan buyer asal Prancis lewat transaksi jumbo.
"Selain itu, UMKM kopi binaan BI Tegal juga berhasil menjalin kesepakatan business matching dengan buyer dari Prancis dengan nilai transaksi mencapai Rp1,5 miliar," tambahnya.
Baca juga: Tangis Pecah di Pinus Siampel, Saat Dekapan Ayah Menjadi 'Perisai' Terbaik Anak Perempuan Pekalongan
Dukungan BI Tegal tidak hanya berhenti pada pembukaan kran ekspor semata. Guna memastikan kapasitas produksi mampu memenuhinya permintaan pasar internasional, BI Tegal turut menjembatani fasilitasi pembiayaan perbankan.
Salah satu UMKM kopi binaan tercatat berhasil mengamankan dukungan pembiayaan dari Bank Mandiri. Suntikan dana ini dialokasikan untuk pengembangan usaha di kawasan Curug Genteng guna memperluas dan menggenjot kapasitas produksi.
Bimala menegaskan, pendampingan yang diberikan pihaknya dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Salah satu langkah terobosan di tingkat hulu adalah penyelenggaraan Sekolah Iklim Kopi di Kabupaten Pekalongan. Program ini dirancang agar para petani mampu membaca dinamika cuaca serta menerapkan langkah antisipatif dalam praktik budidaya.
"Kami juga melakukan penguatan di bidang pemasaran agar UMKM mampu memenuhi kebutuhan dan standar yang diinginkan para buyer, sehingga produk kopi dari wilayah Tegal dan sekitarnya semakin berdaya saing di pasar global," pungkasnya.

Komentar Anda