Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat Maternal, RSUD Kraton Gelar OJT Drill Emergency PONEK Bersama RSUP Dr. Kariadi



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Penanganan kondisi darurat ibu hamil dan bayi baru lahir menuntut kecepatan, ketepatan, serta kerja sama tim yang solid. Guna memastikan kesiapan tersebut, RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan berkolaborasi dengan RSUP Dr. Kariadi Semarang dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan On the Job Training (OJT) Drill Emergency Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK), Rabu (02/09/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Dinas Kesehatan serta Tim PONEK dari tiga wilayah, yaitu Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang. Pelatihan dan simulasi penanganan darurat ini dirancang untuk menguji kesiapan sistem serta kekompakan tim secara langsung di lapangan. Seluruh alur pelayanan diuji, mulai dari proses triase, stabilisasi, tindakan medis, komunikasi antarprofesi, hingga mekanisme rujukan. Melalui simulasi ini, potensi kendala pada aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, peralatan, maupun koordinasi antarunit dapat diidentifikasi untuk perbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Baca juga: Bayi Pertama Lahir Normal Tepat di HUT ke-81 RI, Pasangan Muda Sragi Ungkap Rasa Haru di RSUD Kraton

Direktur RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, dr. Henny Rosita, menegaskan bahwa penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal membutuhkan respons yang terkoordinasi karena situasi darurat dapat terjadi kapan saja.

"Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi PR besar di Jawa Tengah. Kami sangat menyambut baik kegiatan ini untuk merefresh kembali response time emergency di lini pelayanan PONEK. Jangan melihat drill ini hanya sebagai simulasi, tetapi jadikan kesempatan untuk mengukur sejauh mana kesiapan kita menghadapi kondisi yang sesungguhnya," ujar dr. Henny Rosita.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, RSUD Kraton mencatatkan dinamika data pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pada tahun 2024, tercatat 5 kasus AKI dari total 724 persalinan (436 spontan, 288 SC). Jumlah persalinan meningkat pada tahun 2025 menjadi 1.151 persalinan (649 spontan, 502 SC) dengan 5 kasus AKI. 

Baca juga: Genjot Fasilitas Kesehatan Modern, Pemkab Pekalongan Kucurkan Kredit Rp 80 Miliar untuk RSUD Kraton

"Adapun pada semester pertama tahun 2026, RSUD Kraton mencatatkan 0 kasus AKI dari total 349 persalinan (184 spontan, 165 SC) jelas dr. Henny.

Sementara untuk Angka Kematian Bayi (AKB), tercatat 18 kematian perinatal pada tahun 2024, 10 kematian pada tahun 2025, dan 7 kematian perinatal hingga semester pertama tahun 2026. Kasus kegawatdaruratan maternal di RSUD Kraton masih didominasi oleh Preeklamsia Berat (PEB) serta perdarahan antepartum (APH) dan postpartum (HPP). 

"Sedangkan pada kategori perinatal, kasus dominan meliputi asfiksia dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), imbuhnya.

Kegiatan OJT ini menghadirkan narasumber ahli dari RSUP Dr. Kariadi Semarang, yakni dr. Dina Paramita, Sp.An., KAO, dr. Arsita Eka Rini, M.Si.Med., Sp.A(K), dr. Putri Sekar Wiyati, Sp.OG, Subsp. Obginsos, dan dr. Dian Widyaningrum, Sp.PK dari Tim Mutu. Turut hadir sebagai fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yaitu dr. Irma Makiah (Kabid Pelayanan Kesehatan), dr. Nirmala Safitri, M.Kes (Epid) (Bidang Kesehatan Masyarakat), serta Ambarwati, SKM, Muhammad Natsir, S.Kp.Ners, M.Kep, dan Muh. Dhofar, S.Kep dari Pokja Pengembangan Yankes Rujukan.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.