Putus Akibat Banjir Bandang, Urat Nadi Ekonomi Wonopringgo Kembali Pulih Lewat Jembatan Garuda
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Kerinduan warga Dukuh Galangwolu dan Dukuh Sibetok, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, akan akses jalan yang aman akhirnya terbayar tuntas. Setelah sempat lumpuh total akibat terjangan banjir bandang pada awal 2025 lalu, bentang penghubung antar-wilayah tersebut kini resmi beroperasi kembali.
Kepastian ini ditandai dengan peresmian Jembatan Gantung Garuda sepanjang 60 meter dan lebar 1,2 meter yang membentang di atas Sungai Sengkarang oleh Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Achiruddin, Kamis (23/7/2026).
Pembangunan infrastruktur vital ini menjadi simbol bangkitnya mobilitas warga, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah, jalur berobat ke fasilitas kesehatan, hingga kelancaran distribusi hasil pertanian.
Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa kehadiran jembatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam memulihkan roda kehidupan masyarakat pascabencana.
Baca juga: Dobrak Keterisolasian, Jalan 800 Meter di Wonorejo Digempur Lewat TMMD Sengkuyung Pekalongan 2026
"Semoga apa yang dilakukan oleh TNI bersama-sama dengan masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bisa membantu mengatasi kesulitan masyarakat," tegas Pangdam IV/Diponegoro.
Peresmian di Desa Galangpengampon ini dilakukan secara serentak bersama 52 titik jembatan lainnya di 19 Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.
"Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang diinisiasi Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dan dieksekusi oleh TNI Angkatan Darat guna mempercepat pemerataan aksesibilitas di daerah," ujarnya.
Secara bertahap, Kodam IV/Diponegoro menargetkan pembangunan 313 titik Jembatan Garuda di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Baca juga: Siap Pasok Program Makan Bergizi Gratis, TNI AD Sulap Wonopringgo Jadi Lumbung Pangan Terpadu
"Hingga kini, pengerjaannya terus berjalan mencakup jembatan gantung, jembatan Armco, jembatan beton, hingga jembatan Bailey," imbuhnya.
Proses rekonstruksi Jembatan Garuda Galangpengampon sendiri dimotori oleh Kodim 0710/Pekalongan bersama pemerintah daerah dan warga lokal yang bahu-membahu sejak peletakan batu pertama pada 31 Maret 2026.
Melihat pentingnya keberadaan jembatan ini bagi keberlangsungan ekonomi dan aktivitas harian warga, Jenderal Bintang Dua tersebut berpesan agar masyarakat turut menjaga dan merawat aset bersama ini. Ia mengimbau warga untuk menggunakannya secara bijak sesuai batasan kapasitas serta melakukan pemeliharaan rutin swadaya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Komentar Anda