Bukan Sekadar Prosedur, RSUD Kajen Asah Respons Cepat Tanggap Darurat Kebakaran Lewat Simulasi Code Red



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Keselamatan pasien, pengunjung, hingga seluruh civitas rumah sakit bukan sekadar slogan, melainkan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan di RSUD Kajen. Guna memastikan seluruh jajaran siap merespons situasi darurat secara presisi dan tanpa panik, RSUD Kajen menggelar Pelatihan dan Simulasi Code Red di halaman depan rumah sakit, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung usai apel pagi tersebut melibatkan seluruh civitas rumah sakit. Simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata agar setiap personel terbiasa mengambil keputusan cepat dan tepat saat terjadi ancaman kebakaran.

Direktur RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan, dr. Imam Prasetyo, menegaskan bahwa penanganan kondisi darurat di fasilitas kesehatan memerlukan standar keselamatan dan tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bangunan umum lainnya.

Baca juga: Tragis, Warga Pekalongan Tewas Digigit Ular Weling Saat Tidur, RSUD Kajen: Kasus Meningkat Selama Kemarau

"Keselamatan pasien dan seluruh civitas rumah sakit adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Melalui simulasi Code Red ini, kami ingin memastikan bahwa budaya keselamatan benar-benar dihayati dan dikuasai oleh setiap pegawai, sehingga ketika situasi darurat terjadi, tindakan evakuasi dan pemadaman awal dapat dilakukan dengan cepat, tenang, dan terkoordinasi," ujar dr. Imam Prasetyo.

Dalam simulasi tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan alur pelaporan darurat, koordinasi antarunit, hingga teknik pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Baca juga: Keroyokan 16 Pokja, RSUD Kajen Gelar Simulasi Besar-Besaran Demi Amankan Standar Mutu Tertinggi

Selain itu, skenario evakuasi pasien dan penyelamatan dokumen penting turut diperagakan sesuai protokol standar keselamatan rumah sakit. Langkah ini penting untuk melatih refleks serta pembagian peran setiap pegawai saat krisis terjadi.

dr. Imam Prasetyo menambahkan, kesiapsiagaan yang teruji secara berkala akan memberikan rasa aman tak hanya bagi internal rumah sakit, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengakses layanan kesehatan di RSUD Kajen.

"Kami berharap pelatihan rutin ini tidak hanya membentuk kesiapan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan rasa saling melindungi di lingkungan kerja. Dengan begitu, masyarakat merasa tenang dan percaya bahwa RSUD Kajen selalu menjadi lingkungan pelayanan medis yang aman, nyaman, dan terpercaya," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.