Keroyokan 16 Pokja, RSUD Kajen Gelar Simulasi Besar-Besaran Demi Amankan Standar Mutu Tertinggi
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen Kabupaten Pekalongan tidak main-main dalam meningkatkan kasta pelayanan kesehatannya. Guna memastikan sistem keselamatan pasien dan mutu pelayanan berjalan tanpa celah, rumah sakit pelat merah ini menggelar karpet merah untuk Survei Simulasi Akreditasi selama tiga hari berturut-turut, sejak Rabu (3/6/2026) hingga Sabtu (6/6/2026).
Menariknya, hajat besar ini menggerakkan seluruh lini rumah sakit. Sebanyak 16 Kelompok Kerja (Pokja) yang menyatukan berbagai elemen dari seluruh unit dan instalasi diturunkan langsung ke "medan tempur" simulasi. Mereka dikerahkan untuk mematangkan kesiapan dokumen, memuluskan implementasi pelayanan, hingga menghadapi telusur lapangan secara acak.
Direktur RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan, dr. Imam Prasetyo, menegaskan bahwa simulasi ini bukan sekadar formalitas di atas kertas atau persiapan berburu sertifikat semata. Menurutnya, ini adalah ujian komitmen bersama untuk menghadirkan budaya keselamatan pasien yang mumpuni di Kabupaten Pekalongan.
"Simulasi akreditasi ini adalah potret nyata dari komitmen gotong royong seluruh civitas hospitalia di RSUD Kajen. Kehadiran 16 Pokja dari berbagai unit ini membuktikan bahwa kami tidak sedang bermain-main dengan mutu pelayanan. Kami ingin memastikan saat survei yang sesungguhnya tiba, seluruh sistem mulai dari administrasi hingga penanganan pasien di lapangan sudah berjalan otomatis sebagai sebuah budaya kerja, bukan lagi paksaan," ujar dr. Imam Prasetyo di sela-sela kesibukannya, Jumat (5/6/2026).
Rangkaian simulasi ini dirancang sangat ketat untuk menyamai atmosfer penilaian aslinya. Dimulai dengan pembedahan dokumen secara daring pada Rabu (3/6/2026), kegiatan kemudian bergeser ke fase krusial secara luring (tatap muka) pada 5-6 Juni 2026 untuk menguji kesiapan fisik dan respons riil petugas medis.
Tak tanggung-tanggung, RSUD Kajen menghadirkan dua surveior yang dikenal jeli dan berpengalaman di bidang manajemen rumah sakit, yakni dr. Andrew Robert Diyo, Sp. BS, SH, MH, MKM, FINPS dan dr. Haryani Nur Liyana, M.K.M.
Sepanjang simulasi, kedua surveior tersebut menguliti satu per satu alur pelayanan, memberikan evaluasi tajam, sekaligus menyuntikkan masukan strategis kepada setiap Pokja guna menambal celah-celah kecil yang masih ditemukan di lapangan.
Lebih lanjut, dr. Imam Prasetyo berharap bimbingan ketat dari para surveior ini mampu mendongkrak rasa percaya diri dan pemahaman seluruh jajarannya mengenai standar akreditasi mutakhir.
"Masukan dari dr. Andrew dan dr. Haryani menjadi modal yang sangat berharga bagi kami. Target akhir kami jelas: masyarakat Pekalongan harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan bermutu tinggi. Melalui simulasi ini, kami optimis RSUD Kajen siap mempertahankan bahkan meningkatkan standar kualitasnya secara berkelanjutan," pungkas dr. Imam.
Dengan kompaknya pergerakan 16 Pokja ini, RSUD Kajen tampaknya sudah mencuri start lebih awal untuk memastikan pelayanan kesehatan di wilayah Ibu Kota Kabupaten Pekalongan ini naik kelas ke tingkat yang jauh lebih aman dan terpercaya.

Komentar Anda