Dekati Daerah Perifer, RSUD Kajen Boyong Dokter Spesialis ke Paninggaran untuk Tekan AKI-AKB dan Skrining TBC




KFM PEKALONGAN, KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik hingga ke wilayah pinggiran (perifer). Langkah nyata ini diwujudkan melalui aksi bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Desa Paninggaran, Kecamatan Paninggaran, Sabtu (23/5/2026).

Tidak tanggung-tanggung, dalam aksi kemanusiaan ini RSUD Kajen menerjunkan langsung sejumlah dokter spesialis guna menyasar problem kesehatan krusial, mulai dari pencegahan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB) hingga skrining Tuberkulosis (TBC).

Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi sinergis antara RSUD Kajen, Santri Gayeng Nusantara Pekalongan, dan Pemerintah Desa Paninggaran.

"Alhamdulillah hari ini kita diinisiasi bareng, kerja bareng dengan Santri Gayeng Nusantara Pekalongan, kemudian Rumah Sakit Kajen, sama Pemerintah Desa Paninggaran. Jadi memang ini kerja bareng, inisiasi kita bertiga bareng-barang," ujar Direktur RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan, dr. Imam Prasetyo, saat ditemui di lokasi acara.

Baca juga: Bukan Sekadar Latihan, RSUD Kajen Gembleng Petugas Medis Siaga 'Code Red' demi Keselamatan Pasien

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang komprehensif, RSUD Kajen memboyong tim medis yang lengkap, mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, bedah, anak, jiwa, mata, hingga spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn).

dr. Imam menjelaskan bahwa dari pantauan di lapangan, keluhan dari warga usia lanjut didominasi oleh penyakit pegal linu. Namun secara programatik, fokus utama dari bakti sosial ini diarahkan pada penanganan kesehatan anak dan pelayanan obgyn.

"Kalau keluhan, paling banyak memang kalau orang tua nggih biasa, pegal linu. Penyakit pegal linu. Tapi memang kita lebih cenderung fokusnya ke anak sama obgyn, karena obgyn kan untuk menekan penurunan angka kematian ibu dan bayi," jelasnya.

Selain fokus pada AKI-AKB, bakti sosial ini juga menjadi garda depan dalam melakukan skrining penyakit Tuberkulosis (TBC). Hal ini sekaligus merespons penekanan yang disampaikan oleh plt Bupati Pekalongan terkait penanganan TBC yang kini menjadi perhatian nasional.

Meskipun dokter spesialis paru berhalangan hadir karena harus bersiaga di rumah sakit, RSUD Kajen menyiasatinya dengan mengoptimalkan peran dokter spesialis penyakit dalam serta memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

"Kalau TBC, kami juga ada dokter paru, tapi kebetulan hari ini masih pas piket di rumah sakit. Ini kita skriningnya dengan dokter penyakit dalam. Tentunya kita selalu kerja sama dengan Puskesmas untuk skrining-skrining penyakit TBC paru," terang dr. Imam.

Baca juga: Penuh Khidmat, Direktur RSUD Kajen Lepas 7 Civitas Hospitalia Berangkat Haji ke Tanah Suci

Ia juga menambahkan bahwa penanganan TBC menjadi tantangan berat yang harus diselesaikan secara keroyokan oleh semua pihak.

"Tadi maturnya Pak Wagub, itu (TBC) penyakit nomor dua se-Indonesia. Dan itu memang problem yang enggak selesai-selesai, tantangan bagi kita bersama," imbuhnya.

Aksi pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat ini bukan kali pertama dilakukan. dr. Imam memaparkan bahwa RSUD Kajen memiliki dua program unggulan untuk menjangkau masyarakat bawah. Pertama adalah program "SOPING" (Sowan-Sowan Penyakit) yang berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Tengah dan didampingi oleh tujuh RSUD milik provinsi.

Sementara program kedua adalah bakti sosial mandiri yang rutin menyasar daerah-daerah terpencil di Kabupaten Pekalongan.

"Kalau yang kegiatan yang seperti ini, kita untuk Rumah Sakit Kajen sebulan sekali, dua bulan sekali kita terjun ke daerah-daerah yang memang perifer (pinggiran) yang memang perlu kita butuhkan untuk pemeriksaan kesehatan seperti itu," pungkas dr. Imam.

Melalui program jemput bola ini, diharapkan masyarakat di kawasan pegunungan dan pinggiran Kabupaten Pekalongan tidak lagi kesulitan mendapatkan akses layanan dokter spesialis, sekaligus mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara merata.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.