RSUD Kraton dan Bhabinkamtibmas Berburu Ratusan Kasus TBC Tersembunyi di Pekalongan
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Strategi perang melawan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru yang lebih canggih dan agresif. RSUD Kraton kini mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) lewat perangkat X-Ray Portable untuk mendeteksi dini penyakit menular ini. Tidak sendirian, teknologi canggih ini bakal disokong oleh kekuatan personel Bhabinkamtibmas Polres Pekalongan sebagai ujung tombak pelacakan di lapangan.
Kolaborasi ini menjadi krusial mengingat masih ada "pekerjaan rumah" besar yang harus diselesaikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan periode Januari hingga Mei 2026, tercatat ada 628 kasus TBC paru yang ditemukan. Rinciannya, 613 kasus merupakan TBC sensitif obat dan 15 kasus merupakan TBC resistan obat.
Sayangnya, dari total temuan tersebut, baru 251 kasus (sekitar 40 persen) yang sudah mendapatkan kunjungan dan pendampingan. Sementara 377 kasus lainnya (sekitar 60 persen) masih belum terlacak secara optimal.
Sebagai langkah awal percepatan, cek kesehatan gratis dan skrining massal digelar di Aula Setia Polres Pekalongan, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 76 personel kepolisian langsung diperiksa menggunakan perangkat X-Ray Portable terbaru bantuan dari Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Berpacu dengan Waktu, RSUD Kraton Siapkan Skenario Cadangan Jika Proyek Tahap Akhir Meleset
Dokter RSUD Kraton, dr. Rosita, membeberkan bahwa alat ini memotong waktu tunggu hasil rontgen secara drastis dibandingkan metode konvensional karena langsung terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.
"Kalau alat sudah siap digunakan, proses pembacaan hasilnya tidak sampai satu menit. Ini sangat membantu karena tidak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui hasil awal pemeriksaan," jelas dr. Rosita.
Meski punya kecepatan kilat berkat AI, dr. Rosita mengakui kapasitas harian alat ini masih terbatas di angka 100 orang per hari. Namun, efektivitasnya dalam mendukung program penemuan kasus TBC secara dini dinilai sangat tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki kontak erat dengan penderita.
Selain memastikan kondisi fisik mereka sehat, para personel Bhabinkamtibmas ini disiapkan untuk memburu sisa 60 persen kasus yang belum terjangkau.
"Para Bhabinkamtibmas nantinya juga berperan sebagai tracer di wilayah desa masing-masing di bawah koordinasi Kapolsek setempat," tambah dr. Rosita.
Menanggapi tantangan kesehatan ini, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf menegaskan bahwa TBC bukan lagi sekadar urusan sektor kesehatan, melainkan musuh bersama yang butuh sinergi lintas sektoral.
Baca juga: RSUD Kraton Baru Siap “Naik Kelas”, Rampung November dan Bidik Jadi Rumah Sakit Rujukan Pantura
"TB paru masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, Polres Pekalongan siap mendukung program pemerintah melalui keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tracing, screening, edukasi, dan pendampingan pasien di wilayah binaannya masing-masing," tegas AKBP Rachmad.
Melihat masih banyaknya pasien yang belum mendapatkan pelacakan optimal, AKBP Rachmad langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada jajarannya untuk mendampingi petugas Puskesmas.
"Kondisi ini menunjukkan, bahwa upaya penemuan kasus, pelacakan kontak erat, serta pendampingan pengobatan masih perlu ditingkatkan. Saya perintahkan, seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif mendampingi petugas kesehatan puskesmas dalam melakukan tracking, screening, dan kunjungan kasus TB paru," perintahnya.
Dengan sebaran Bhabinkamtibmas yang menyentuh tingkat desa dan kelurahan, kepolisian diyakini mampu menjadi jembatan bagi tenaga kesehatan untuk menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. Melalui aksi keroyokan ini, mata rantai penularan TBC diharapkan bisa ditekan dan angka kesembuhan pasien dapat digenjot.
Di akhir kegiatan yang juga merangkai pelatihan tracer dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, AKBP Rachmad menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
"Dengan kolaborasi yang kuat antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kepolisian, kami optimistis target penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, dan eliminasi TB paru di Kabupaten Pekalongan dapat tercapai secara optimal," pungkasnya.

Komentar Anda