Dongkrak Minat Petani Lewat Insentif Rp 45 Juta, Kabupaten Pekalongan Kejar Target 234 Hektare Tebu



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengambil langkah agresif untuk menggairahkan kembali sektor perkebunan tebu di wilayahnya. Guna memikat hati para petani agar mau kembali melirik komoditas ini, pemerintah mengucurkan stimulus berupa bantuan dan insentif dengan nilai yang cukup menggiurkan, yakni sekitar Rp 45 juta.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, luas tanam tebu di sejumlah wilayah kedapatan mengalami penurunan tren. Padahal, pada tahun 2026 ini, Kabupaten Pekalongan dibebani target ambisius dari pemerintah pusat untuk membuka lahan penanaman tebu seluas 234 hektare demi mendukung swasembada gula nasional.

Keseriusan ini dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan. Kegiatan tanam tebu di Lapangan Salit, Kecamatan Kajen, bahkan dipantau langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Heru Tri Widarto.

Baca juga: Tembus Pasar Eropa, Petani Kopi Pekalongan Kini Dibekali Ilmu Kebal Perubahan Iklim

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, menegaskan bahwa kehadiran pejabat Kementan ini menjadi suntikan semangat sekaligus bukti pengawalan ketat pusat terhadap potensi daerah.

"Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan, untuk mendukung dan menyukseskan program nasional, baik hilirisasi tebu maupun swasembada gula. Alhamdulillah, hari ini kami mendapat kunjungan dan pemantauan langsung dari Pak Sesditjen Perkebunan," ungkap Yudhi, Rabu (3/6/2026).

Yudhi menambahkan, Kabupaten Pekalongan sangat siap mengambil peran strategis ini demi memperkuat ketahanan pangan nasional melalui lonjakan produksi gula domestik.

Mengejar target 234 hektare tentu butuh strategi. Yudhi menjelaskan bahwa realisasi perluasan lahan ini akan digarap secara bertahap dengan mencocokkan musim dan jadwal tanam para petani lokal.

Baca juga: Panen Jagung di Kandangserang Buktikan Keberhasilan Sekolah Lapang, Luas Tanam Pekalongan Tembus 981 Hektare

Sebagai pemanasan, pada bulan Mei lalu, penanaman sudah dicicil di atas lahan seluas 2 hektare. Memasuki awal Juni, peluasan kembali bergerak dengan tambahan area tanam baru seluas 1,7 hektare. Namun, puncak pembukaan lahan secara masif diprediksi baru akan meledak pada bulan depan.

"Realisasi tanam dalam luasan yang lebih besar diperkirakan mulai berlangsung pada Juli mendatang seiring dimulainya musim tanam oleh sebagian besar petani tebu di Kabupaten Pekalongan," jelasnya.

Pemerintah berharap kombinasi antara perluasan lahan, asistensi teknis, dan insentif finansial ini bisa menjadi formula tepat untuk membalikkan keadaan dan memicu kembali minat para petani.

"Dengan adanya bantuan pemerintah dan insentif yang nilainya sekitar Rp 45 juta, kami berharap minat petani untuk kembali menanam tebu semakin meningkat," pungkas Yudhi.

Jika strategi ini berjalan mulus, bumi Pekalongan tidak hanya akan berhasil memenuhi target hijau dari Kementan, tetapi juga sukses mengembalikan kejayaan para petani tebu lokal sekaligus mengamankan pasokan manisnya gula untuk kebutuhan nasional.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.