RSUD Kraton Baru Siap “Naik Kelas”, Rampung November dan Bidik Jadi Rumah Sakit Rujukan Pantura
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan kian mendekati kenyataan. Pembangunan RSUD Kraton anyar di Wiradesa kini memasuki tahap krusial, dengan target penyelesaian akhir pada November 2026.
Setelah dua tahap sebelumnya rampung 100 persen, tahap ketiga menjadi penentu utama sebelum operasional rumah sakit dipindahkan dari lokasi lama.
Direktur RSUD Kraton, dr. Henny Rosita, mengungkapkan bahwa pengerjaan tahap ketiga akan segera dimulai dalam waktu dekat, setelah proses lelang selesai.
“Jadi targetnya selesai akhir November 2026,” ucapnya.
Ia menjelaskan, saat ini proses lelang tengah berlangsung sejak April dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Dengan begitu, pekerjaan fisik dapat dimulai pada akhir Mei atau awal Juni.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, manajemen rumah sakit menargetkan proses relokasi atau boyongan dilakukan pada akhir Desember 2026 atau awal 2027.
Baca juga: Menjemput Harapan di Tepi Pantai, Kisah Tangguh Komunitas 'Ratu Sembara Kasih' RSUD Kraton
Namun, relokasi ini bukan sekadar perpindahan gedung. Henny menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi besar dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Selama ini, RSUD Kraton menghadapi sejumlah keterbatasan di lokasi lama yang berada di wilayah Kota Pekalongan. Selain lahan yang sempit, ancaman banjir dan rob juga kerap menjadi kendala serius dalam pengembangan fasilitas.
Di sisi lain, persoalan hukum terkait lahan turut menjadi alasan penting. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang telah inkrah, sebagian lahan lama diketahui merupakan milik Kesusteran Santa Bunda Maria.
Di lokasi baru, RSUD Kraton hadir dengan konsep yang jauh lebih modern dan terintegrasi. Seluruh layanan akan berada dalam satu sistem terpadu, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang terpisah di beberapa bangunan.
Standar pelayanan pun ditingkatkan, termasuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Dalam sistem ini, satu ruang rawat inap hanya diisi maksimal empat pasien, lebih manusiawi dibanding sebelumnya yang bisa mencapai enam hingga tujuh pasien.
Fasilitas penunjang seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), radiologi, hingga laboratorium juga dirancang dengan kapasitas lebih besar serta teknologi yang lebih modern.
“Meski luas lahan relatif sama, sekitar dua hektare, bangunan di lokasi baru dirancang lebih besar dan efisien, lengkap dengan area parkir luas serta ruang terbuka hijau,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, pembangunan RSUD Kraton anyar dilakukan dalam tiga tahap dengan total anggaran mencapai Rp 195,5 miliar. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring kebutuhan pengembangan fasilitas ke depan.
Berlokasi di jalur strategis Pantura, rumah sakit ini diproyeksikan tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan, tetapi juga menjadi rujukan bagi wilayah sekitarnya.
"Kami menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan unggulan di wilayah Pantura," pungkasnya.

Komentar Anda