Bukan Sekadar Latihan, RSUD Kajen Gembleng Petugas Medis Siaga 'Code Red' demi Keselamatan Pasien
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Rumah sakit bukan hanya tempat untuk menyembuhkan orang sakit, tetapi juga harus menjadi tempat paling aman bagi siapapun yang berada di dalamnya. Menyadari besarnya tanggung jawab tersebut, RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan menggelar simulasi Code Red (Kode Merah) massal pada Sabtu (16/5/2026).
Latihan intensif ini dilakukan untuk memastikan seluruh elemen rumah sakit mulai dari dokter, perawat, tenaga penunjang, hingga staf administrasi memiliki refleks yang cepat dan tepat saat menghadapi ancaman kebakaran.
Dipandu dan diawasi langsung oleh Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) RSUD Kajen, simulasi ini didesain sangat mirip dengan kondisi darurat yang sesungguhnya. Ketika alarm bahaya berbunyi, koordinasi antarpetugas langsung diuji untuk menghindari kepanikan.
Direktur RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan, dr. Imam Prasetyo, menegaskan bahwa latihan ini merupakan komitmen konkret manajemen dalam menjaga keselamatan kelompok yang paling rentan di rumah sakit, yaitu pasien.
"Bagi kami di RSUD Kajen, "patient safety" atau keselamatan pasien adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. Simulasi Code Red ini bukan sekadar agenda rutin atau formalitas belaka, melainkan langkah nyata untuk memastikan bahwa seluruh petugas, tanpa terkecuali, memiliki refleks yang cepat dan tepat dalam melindungi pasien jika terjadi kondisi darurat seperti kebakaran," tegas dr. Imam Prasetyo.
Dalam simulasi ini, para petugas tidak hanya diajarkan cara memadamkan api, tetapi juga dilatih melakukan prosedur penyelamatan yang kompleks. Peserta mendapatkan praktik langsung menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta jaringan hydrant rumah sakit untuk penanganan awal.
"Namun, titik berat dari simulasi ini adalah manajemen evakuasi. Petugas dilatih bagaimana cara mengidentifikasi dan mengevakuasi pasien dengan aman dari zona bahaya," ujarnya.
Tidak hanya manusia, simulasi ini juga mempraktikkan pengamanan alat-alat kesehatan mutakhir serta perlindungan dokumen dan data penting rumah sakit agar operasional pelayanan tidak lumpuh total pasca bencana.
"Untuk menjaga kesiapsiagaan yang berkelanjutan, RSUD Kajen menerapkan sistem yang ketat. Petugas yang tergabung dalam Tim Kode Red di setiap ruangan dilatih khusus untuk memegang fungsi krusial, mulai dari pemadam awal, komando evakuasi korban, hingga pengamanan area," imbuh dr Imam.
Baca juga: Penuh Khidmat, Direktur RSUD Kajen Lepas 7 Civitas Hospitalia Berangkat Haji ke Tanah Suci
Keanggotaan tim ini ditetapkan di setiap unit kerja dan diberlakukan secara bergilir setiap harinya. Menurut dr. Imam Prasetyo, pola bergilir ini sengaja dibentuk agar fungsi proteksi internal rumah sakit bisa berjalan tanpa jeda.
"Keadaan darurat tidak pernah memilih waktu kapan dia datang. Oleh karena itu, kami menerapkan sistem keanggotaan Tim Kode Red yang bergilir setiap hari di setiap unit. Saya ingin memastikan bahwa selama 24 jam penuh, dalam tujuh hari seminggu, selalu ada personel terlatih yang siap mengomandoi evakuasi dan penanganan awal di setiap sudut rumah sakit," jelasnya menambahkan.
Kegiatan simulasi Code Red ini menjadi bagian integral dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan di lingkungan RSUD Kajen. Selain mengasah kemampuan personel, agenda ini menjadi sarana evaluasi berkala terhadap keandalan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran yang dimiliki rumah sakit.
"Melalui simulasi yang dirancang mirip kondisi aslinya ini, kami tidak hanya menguji mental dan keterampilan koordinasi para petugas, tetapi juga mengevaluasi secara riil keandalan sarana prasarana proteksi kebakaran yang kami miliki, seperti APAR dan hydrant. Jika ada kekurangan, bisa segera kami benahi demi meminimalkan risiko sekecil mungkin," pungkas dr. Imam.
Melalui simulasi yang terukur ini, seluruh petugas RSUD Kajen diharapkan semakin sigap, terlatih, dan tidak gagap dalam menghadapi situasi darurat. Dengan demikian, segala potensi risiko fatal dapat diminimalkan, dan keselamatan bersama di lingkungan rumah sakit tetap terjaga secara optimal.

Komentar Anda