Menuju Akreditasi 2026, RSUD Kajen Gembleng 700 Staf Lewat IHT Maraton: Targetkan Budaya Keselamatan Jadi "Napas" Pelayanan



KFM PEKALONGAN, KAJEN – RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan tancap gas memperkuat fondasi pelayanan kesehatan menjelang penilaian akreditasi tahun 2026. Melalui rangkaian In House Training (IHT) yang digelar secara maraton, rumah sakit pelat merah ini berkomitmen mengubah standar prosedur menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap individu staf.

Kegiatan ini telah dimulai sejak Sabtu (2/5/2026) dengan pembekalan khusus bagi Penanggung Jawab Data Mutu, dan dilanjutkan dengan pelatihan massal bagi lebih dari 700 staf yang dijadwalkan berlangsung dari Senin (4/5/2026) hingga Rabu (13/5/2026).

Direktur RSUD Kajen, dr. Imam Prasetyo, menegaskan bahwa persiapan akreditasi ini bukan sekadar upaya mengejar predikat kelulusan di atas kertas, melainkan sebuah transformasi mendalam dalam memberikan perlindungan terbaik bagi pasien.

Baca juga: Penuh Khidmat, Direktur RSUD Kajen Lepas 7 Civitas Hospitalia Berangkat Haji ke Tanah Suci

"Akreditasi adalah cermin kualitas, namun yang kami kejar adalah esensinya, keselamatan pasien harus menjadi 'napas' dalam setiap tindakan medis dan administrasi di RSUD Kajen. Kami menggembleng seluruh staf agar standar mutu bukan lagi beban, melainkan kebutuhan," ujar dr. Imam saat ditemui di sela-sela pembukaan IHT, Senin (4/5/2026).

Pelatihan yang dibagi dalam beberapa gelombang ini mencakup materi krusial yang wajib dikuasai staf, mulai dari Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), hingga simulasi kedaruratan seperti Code Blue (Bantuan Hidup Dasar) dan Code Red (penanganan kebakaran).

Menurut dr. Imam, keterlibatan 700 lebih staf secara bertahap dilakukan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal selama pelatihan berlangsung.

Baca juga: RSUD Kajen “Turun Gunung” ke Petungkriyono, Hadirkan Layanan Spesialis dan Perkuat Kedekatan dengan Warga

"Kami tidak ingin ada celah. Dari dokter spesialis hingga petugas kebersihan, semuanya harus paham cara menangani tumpahan cairan tubuh (spill kit), melakukan komunikasi efektif, hingga merespons Early Warning System (EWS). Manajemen risiko adalah kunci agar kita bisa memitigasi potensi bahaya sebelum terjadi insiden," tambahnya.

Dalam pernyataannya, dr. Imam Prasetyo juga menekankan pentingnya penyamaan persepsi antar unit kerja agar tidak terjadi ego sektoral dalam menjaga keselamatan pasien.

"Harapan saya, melalui IHT ini, terbangun sense of belonging yang kuat terhadap standar mutu. Kita ingin setiap pasien yang datang ke RSUD Kajen merasa aman karena sistem kita sudah teruji. Budaya mutu ini akan kita jaga konsistensinya, bahkan jauh setelah tim surveyor akreditasi selesai melakukan penilaian," tegas dr. Imam.

Dengan persiapan yang matang dan terstruktur ini, RSUD Kajen optimis dapat mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan prima bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.