Sintren Massal Hingga Prestasi Nasional, Plt. Bupati Sukirman Jadikan PKD 2026 Simbol Kebangkitan Budaya Pekalongan



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Kabupaten Pekalongan tengah bersolek dalam balutan tradisi. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, secara resmi membuka gelaran Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2026 di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (30/04/2026).

Bukan sekadar seremonial rutin, PKD tahun ini menjadi istimewa karena disandingkan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Dengan tema "Harmoni Budaya dan Pendidikan untuk Generasi Unggul", kegiatan ini berlangsung mulai 29 April hingga 2 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Plt. Bupati Sukirman mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap budaya. Baginya, budaya adalah napas kehidupan sehari-hari yang harus diresapi, bukan sekadar artefak yang dipajang.

“Kebudayaan bukan sekadar kesenian atau benda purbakala, melainkan ide, gagasan, dan perilaku kita sehari-hari. Pekan Kebudayaan ini merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas hidup melalui nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyang,” ujar Sukirman.

Baca juga: PKB Pekalongan Percaya Diri Tatap 2029, Usung “Politik Kehadiran” dan Target Tambah Kursi

Beliau juga menitipkan pesan khusus kepada para pendidik agar tetap menjaga relevansi tradisi di era gempuran teknologi digital.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, para pendidik dan guru memiliki peran penting untuk terus mewariskan nilai-nilai luhur, khususnya melalui seni tradisi seperti wayang, agar anak-anak tidak meninggalkan budaya kita,” tegasnya.

Ketua Penyelenggara sekaligus Kepala Dinas Pendidikan, Kholid, membeberkan bahwa PKD 2026 dirancang untuk memikat generasi Z dan Alpha. Rangkaian acara mulai dari Workshop dan Pementasan Sintren Massal, Lomba Dalang Anak, hingga Pameran Ekonomi Kreatif menjadi daya tarik utama.

Tak hanya soal seni, Kholid juga memaparkan prestasi gemilang Kabupaten Pekalongan di awal tahun 2026:

Baca juga: Detik-detik Simulasi Ricuh di Pekalongan. Aksi Massa, Evakuasi hingga Dalmas Turun, 643 Personel Disiagakan

 1. SMP 2 Kajen: Meraih Juara 1 Nasional Sekolah Adiwiyata.

 2. Pemerintah Daerah Terbaik di Jawa Tengah: Dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) per Maret 2026.

“Kami ingin memastikan tidak ada kesenjangan antara teknologi masa kini dengan tradisi. Generasi muda harus tumbuh dengan talenta hebat, namun tetap berpijak pada akar budaya mereka,” tutur Kholid.

Momen puncak pembukaan ditandai dengan penyerahan penghargaan nasional atas penetapan lima kekayaan lokal sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Kelima budaya yang kini diakui negara tersebut adalah: Seni Sintren, Apem Kesesi, Seni Gendhuwangan, Tata Rias Pengantin Srimpi Priyayi, Selamatan Giling Tebu PG Sragi.

Acara ditutup dengan peninjauan stan produk unggulan UMKM dari berbagai kecamatan oleh Plt. Bupati bersama jajaran Forkopimda,  Ketua DPRD Abdul Munir dan jajaran pimpinan TNI-Polri serta Kejaksaan setempat.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.