Detik-detik Simulasi Ricuh di Pekalongan. Aksi Massa, Evakuasi hingga Dalmas Turun, 643 Personel Disiagakan





KFM PEKALONGAN, KAJEN – Suasana mendadak tegang di halaman Kantor Bupati Pekalongan, Kamis (23/4/2026) pagi. Teriakan massa, dorong-dorongan, hingga aksi pembakaran atribut mewarnai jalannya simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Pekalongan.

Dalam skenario yang diperagakan, aksi unjuk rasa awalnya berlangsung kondusif. Namun situasi berubah ketika massa mulai memaksa masuk ke area yang dijaga petugas. Aparat gabungan pun sigap membentuk barikade, sementara pasukan Dalmas diterjunkan untuk mengendalikan situasi.

Ketegangan semakin memuncak saat simulasi memasuki tahap kerusuhan. Massa digambarkan semakin anarkis, memicu aparat untuk melakukan langkah-langkah pengamanan sesuai prosedur, mulai dari negosiasi hingga tindakan pengendalian. Di sisi lain, tim medis juga bersiaga melakukan evakuasi korban dalam skenario tersebut.

Tak hanya itu, kendaraan taktis dan perlengkapan pengendalian massa turut dikerahkan, memperlihatkan kesiapan aparat dalam menghadapi kondisi darurat yang berpotensi terjadi di lapangan.

Baca juga: Ambisi Jadi 'Kakak Pembina' Berujung Trauma, Predator Seksual Berkedok Guru Pramuka di Pekalongan Diringkus

Aksi simulasi yang berlangsung dramatis ini sontak menyita perhatian para undangan dan masyarakat yang hadir. Mereka dapat melihat langsung bagaimana setiap tahapan penanganan konflik dilakukan secara terstruktur dan terukur.

Simulasi tersebut menjadi bagian dari apel kesiapsiagaan yang dipimpin Plt Bupati Pekalongan Sukirman, didampingi Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf serta Pabung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl Yulian Cahyono, bersama jajaran Forkopimda.

Dalam amanat Kapolres yang dibacakan Sukirman, ditegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan kesiapan personel.

“Latihan Sispamkota ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan,” kata Sukirman.

Ia juga menyinggung pentingnya kesiapsiagaan di tengah dinamika global yang dapat berdampak pada stabilitas daerah, sekaligus mengaitkan kegiatan ini dengan momentum peringatan Hari Buruh.

Baca juga: Badai Kasus Fadia Arafiq Belum Usai, 63 Pejabat Pemkab Pekalongan ‘Diperiksa’ KPK di Markas Polisi

"Saya mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Kapolres Pekalongan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum, karena sebentar lagi akan ada peringatan Hari Buruh Nasional, dan ini menjadi bagian komunikasi kita," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menegaskan bahwa simulasi ini merupakan bentuk kesiapan menghadapi situasi kontinjensi.

“Ini bentuk kesiapan kami untuk mengantisipasi kejadian yang berimplikasi kontijensi,” ujarnya.

"Dalam kegiatan ini melibatkan 643 personel baik dari TNI-Polri dan instansi terkait lainnya, seperti Satpol PP, Dishub, Linmas, dan Dinkes, serta dukungan dari unsur elemen masyarakat lainnya," imbuh Kapolres.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh personel diharapkan memahami peran masing-masing dalam setiap tahapan pengamanan, khususnya saat menghadapi aksi unjuk rasa.

Melalui simulasi yang dikemas realistis ini, sinergi antarinstansi diharapkan semakin kuat, sehingga mampu memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh.

“Kegiatan ini adalah bentuk pelayanan kami agar masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.