Sentuhan Teknologi di Desa, ITSNU Pekalongan Terjunkan 267 Mahasiswa KKN untuk Bangun Pekalongan



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Kombinasi antara inovasi teknologi dan nilai-nilai kearifan lokal kini siap menyapa warga di Kabupaten Pekalongan. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dengan menerjunkan sebanyak 267 mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat.

Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si., menjelaskan, para mahasiswa tersebut resmi dilepas dalam acara Pembekalan dan Penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-5 dan KKN Tematik ke-2 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Aula ITSNU Pekalongan Senin, (27/07/2026). 

" Mereka akan tersebar di 26 desa yang mencakup Kecamatan Karanganyar, Doro, dan Paninggaran" jelasnya.

Mengusung tema "Sinergi Kearifan Lokal dan Teknologi Masa Depan untuk Membangun Masyarakat Mandiri yang Tangguh dan Berkelanjutan", program Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis di kampus, tetapi juga hadir sebagai agent of change bagi masyarakat desa.

Rektor ITSNU Ali Imron, menekankan bahwa KKN adalah laboratorium sosial yang sangat berharga. Mahasiswa dituntut untuk peka terhadap permasalahan warga sekaligus membawa solusi berbasis ilmu pengetahuan.

Baca juga: Tangis Pecah di Pinus Siampel, Saat Dekapan Ayah Menjadi 'Perisai' Terbaik Anak Perempuan Pekalongan

"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, menghadirkan solusi yang inovatif, serta mengabdikan ilmu pengetahuan demi kemajuan desa. Jadilah duta ITSNU Pekalongan yang menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi akhlakul karimah, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pesan Dr. M. H. Ali Imron.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelepasan mahasiswa ditandai dengan prosesi simbolis bersama Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, K.H. Tiqrar. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Bapperida Kabupaten Pekalongan Irwan Susanto, Kepala LPPM ITSNU Pekalongan Aria Mulyapradan, S.Psi., M.A., perwakilan pimpinan kecamatan, MWCNU, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh peserta KKN.

Pelaksanaan KKN ITSNU Pekalongan tahun 2026 dibagikan ke dalam dua skema utama, yakni KKN Reguler ke-5 dan KKN Tematik ke-2.

 1. KKN Reguler ke-5 (21 Desa)

Fokus pada keselarasan program kerja mahasiswa dengan arah pembangunan daerah. Materi pembekalan disinergikan bersama Bapperida Pekalongan serta penguatan nilai ke-NU-an dan etika dari K.H. Tiqrar. Arahan teknis dan administrasi juga dibekali langsung oleh Kepala LPPM, Aria Mulyapradan, S.Psi., M.A.

- Kecamatan Doro: Desa Lemahabang, Kalimojosari, Wringinagung, Pungangan, dan Bligorejo.

Baca juga: Dari Lereng Pekalongan ke Panggung Eropa, Kopi Binaan BI Tegal Sabet Transaksi Rp 2,9 Miliar di JCFF

- Kecamatan Karanganyar: Desa Pododadi, Sidomukti, Lolong, Pedawang, Banjarejo, dan Legokalong.

- Kecamatan Paninggaran: Desa Lambanggelun, Werdi, Domiyang, Krandegan, Winduaji, Lumeneng, Sawangan, Paninggaran, Bedagung, dan Tenogo.

 2. KKN Tematik ke-2 (5 Desa)

Berfokus khusus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, hingga digitalisasi/penguatan UMKM desa. Sesi pembekalan ini menghadirkan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Dinkopukmnaker) Pekalongan.

 Lokasi Pengabdian: Desa Doro, Sawangan, dan Kutosari (Kecamatan Doro), serta Desa Karangsari dan Kayugeritan (Kecamatan Karanganyar).

Dalam pembekalan tematik, K.H. Tiqrar kembali menekankan pentingnya menjadikan pengabdian sebagai sarana dakwah sosial yang santun. 

"Mahasiswa diharapkan dapat menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, menjalin komunikasi yang baik, serta mendorong kemandirian ekonomi warga berbasis potensi lokal," ungkapnya.

Rangkaian acara ditutup secara khusyuk dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Rektor II ITSNU Pekalongan. Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, PCNU, dan warga lokal, ITSNU Pekalongan berharap program KKN 2026 ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu meninggalkan jejak kemajuan dan dampak positif yang berkelanjutan bagi desa-desa sasaran.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.