Diduga Pengemudi Microsleep di Tol Pemalang-Batang, Bus Agra Mas Hantam Belakang Tronton Keramik, 1 Orang Meninggal Dunia
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Petaka di jalan bebas hambatan kembali terjadi akibat kantuk saat berkendara. Sebuah Bus PO Agra Mas bernomor polisi B-7648-KGA menghantam keras bagian belakang truk tronton muatan keramik di ruas Tol Pemalang-Batang KM 328+000 A, wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/7/2026) dini hari.
Insiden maut yang terjadi sekitar pukul 00.45 WIB dari arah Jakarta menuju Semarang tersebut mengakibatkan bus mengalami kerusakan berat di bagian depan. Dari empat korban yang dilarikan ke rumah sakit, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan bermula saat bus Agra Mas yang dikemudikan Derry Dhakwan (30), warga Kabupaten Wonogiri, melaju kencang di lajur kiri (lajur satu) dari arah timur menuju barat. Di saat bersamaan, melaju sebuah truk tronton Mitsubishi Nopol T-9662-AC berkecepatan 60 km/jam di depan bus. Truk yang dikemudikan Muhammad Imin (46), warga Kabupaten Karawang, tersebut sedang mengangkut muatan keramik dari Purwakarta menuju Semarang.
Baca juga: Permudah Warga, Polres Pekalongan Mulai Bangun Pusat Layanan SIM dan SKCK Satu Atap
Manager PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), Yulian Fundra Kurnianto, menjelaskan bahwa cuaca di lokasi kejadian dalam kondisi cerah dengan arus lalu lintas yang terpantau lancar pada jalur lurus dan sedikit menanjak.
"Kecelakaan melibatkan bus PO Agra Mas dengan truk tronton. Satu korban meninggal dunia, setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit," ujar Yulian.
Yulian menambahkan, pengemudi bus diduga kuat kehilangan kesadaran sesaat akibat kelalaian teknis dari kondisi fisik pengemudi.
"Dari kejadian tersebut, secara teknis kecelakaan disebabkan faktor pengemudi bus PO Agra Mas yang diduga mengalami microsleep sehingga mengakibatkan kecelakaan," tegasnya.
Dugaan microsleep saat bus melaju pada kecepatan tinggi sekitar 100 km/jam membuat Derry tidak sempat melakukan pengereman atau menghindar. Benturan keras pun tak terelakkan hingga bus berhenti di lajur satu dengan kondisi depan hancur, sementara truk tronton yang mengalami kerusakan ringan di bagian belakang berhenti di bahu luar jalan.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Alvian Kharisma Putra mengonfirmasi bahwa terdapat empat orang korban luka-luka di dalam bus yang langsung dievakuasi ke RSU Aro Kota Pekalongan untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
"Kecelakaan melibatkan bus Agra Mas dengan truk tronton. Empat orang yang berada di dalam bus mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," kata AKP Alvian.
Adapun rincian identitas para korban yang dievakuasi meliputi:
1.Derry Dhakwan (30) – Sopir bus, mengalami cedera kepala.
2.Tri Budi Susilo (26) – Penumpang, mengalami luka robek pada bagian kaki dan cedera kepala berat (Meninggal dunia di RSU Aro).
3.Muhammad Darma (36) – Penumpang, mengalami cedera kaki.
4.Dicky Septiansyah (35) – Penumpang, mengalami cedera kaki.
Baca juga: Misteri Malam Berdarah di Karangdadap, ABK Pekalongan Ditemukan Tewas dengan Luka Sayat di Leher
"Seluruh korban kemudian dibawa ke RSU Aro Kota Pekalongan untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam kejadian tersebut, satu korban bernama Tri Budi meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis," imbuh AKP Alvian.
Atas peristiwa ini, pihak kepolisian dan pengelola jalan tol mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa memperhatikan kondisi fisik dan menjaga jarak aman kendaraan, terutama saat berkendara di malam hari.
AKP Alvian Kharisma Putra meminta para pengemudi meningkatkan kewaspadaan agar dapat mengantisipasi situasi darurat jika jarak antar-kendaraan terlalu dekat.
Di sisi lain, Yulian Fundra Kurnianto mengingatkan bahaya laten microsleep bagi pengemudi jarak jauh.
"Pasalnya, microsleep dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menyebabkan kecelakaan serius, terutama ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi," pungkas Yulian sembari mengimbau pengemudi yang merasa lelah agar segera beristirahat di rest area terdekat dan tidak memaksakan diri.

Komentar Anda