Program-Program Inovasi TP PKK,Harus Terus Diberdayakan

KAJEN -  Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan, dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan,Senin pagi (14/09/2020).

Hadir dalam acara tersebut  Bupati Pekalongan,Asip Kholbihi,Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Sekda  dan Kepala OPD selaku anggota pembina TP PKK Kabupaten Pekalongan, Camat selaku pembina TP PKK Kecamatan, Kepala Desa/Kelurahan selaku Pembina TP PKK Desa/Kelurahan,  segenap pengurus TP PKK Kabupaten Pekalongan serta ketua TP PKK Kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan,Asip Kholbihi saat memberikan sambutan mengatakan,program pemberdayaan untuk keluarga dari tahun ke tahun harus semakin diberdayakan.  Program  tentang 10 Program Pokok PKK  bukanlah program yang bersifat utopis (khayal), tetapi  program yang benar-benar sudah membumi karena sudah dirintis sejak dulu kala, tinggal dilakukan evaluasi,  yang bagus pada tahun kemarin dipertahankan, kemudian yang belum, dievaluasi untuk selanjutnya di masa datang menjadi bagian dari penyempurnaan program PKK. 

“Hari ini kita mengikuti orientasi Tim Penggerak PKK untuk kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Doro, Siwalan, dan Kedungwuni.  Ini adalah bentuk dari evaluasi program kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, yang sudah dilaksanakan 5 tahun sejak tahan 2016. Kalau evaluasi, pasti kita akan menemukan program mana yang sudah baik, kemudian program yang harus kita dinamisir kembali untuk masa yang akan datang,” ujar Bupati.

Disebitkan Bupati, ada program-program inovatif seperti  Gema Setia dan Gentong Hebat, yang memberikan  hasil (outcome) yaitu secara kuantitatif sudah bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Program itu juga mendapat supporting dari beberapa  CSR luar negeri. 

Selain itu, TP PKK Kabupaten Pekalongan juga telah melakukan upaya agar bagaimana pengenalan market industry produk UMKM Kabupaten Pekalongan, yang berupa kebaya, selendang, kain batik, kain sarung, ikat kepala dan lainnya, meningkat omsetnya.

 “Hari ini pemasaran yang dilakukan anak-anak muda kita sungguh membanggakan. Ada ratusan reseller yang omsetnya ratusan milyar.  Walau situasi begini, semua masih berjalan normal,“ ungkapnya.

Yang penting lagi, menurutnya adalah mendorong  yang di desa . Bupati berharap dalam perencanaan   pendapatan dan belanja desa( APBDes), alokasi anggaran di fokuskan untuk pemberdayaan masyarakat melalui PKK.  

“Munculkan inovasi-inovasi sebanyak mungkin, yang ini akan menjadikan kita menjadi kabupaten yang maju. Kemudian saya berharap lagi melalui acara seperti ini PKK harus lebih konsen lagi untuk menjadi garda penggerak dalam membangun, membina dan membentuk keluarga, guna mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai unit kelompok terkecil dalam masyarakat, “ pintanya.

Pihaknya berharap, kepada seluruh Tim Penggerak PKK baik kabupaten maupun desa, untuk menjalankan tugas dengan sepenuh hati guna menggerakkan masyarakat demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan di kabupaten Pekalongan. 

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut memaparkan kegiatan pertemuan hari ini  merupakan program agenda akhir tahun yang rutin diselengarakan oleh Tim Penggerak  PKK kabupaten Pekalongan  yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyatukan dan memantapkan langkah seluruh Tim Penggerak  PKK se-Kabupaten Pekalongan dalam menyongsong kegiatan di tahun ke depan  demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. 

  
"Kegiatan TP PKK Kabupaten Pekalongan selama 4 tahun ini baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan berjalan baik. 10 program  pokok PKK telah dilaksanakan dengan baik dan terus berjalan. Dikarenakan tahun 2020 ini ada pandemic, maka kegiatan evaluasi turun langsung ke lapangan diundur pelaksanaannya pada tahun 2021 mendatang,"terangnya.


Ny Munafah juga memaparkan TP PKK mempunyai program-program inovasi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Salah satunya adalah program unggulan GEMA SETIA ( Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak), sebagai langkah konkrit mendukung  pemerintah dalam  penurunan angka kematian ibu dan anak. Kemudian GENTONG HEBAT ( Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat) yang membawa kabupaten Pekalongan menerima penghargaan di bidang lingkungan. Ada pula GEMAS MAKIN BAIK (Gerakan menanam, makan sayur ikan dan buah anak Indonesia kreatif). Gerakan ini mengajak anak dari PAUD sampai SMP untuk gemar menanam dan makan sayur serta ikan dan buah,"tuturnya.

Selain itu,ada pula pencapaian Rekor MURI perempuan berkebaya di hari Kartini tahun 2017 dan dilanjutkan di tahun berikutnya, perempuan berkebaya bersolawat dalam momen hari Ibu. 

“ Kami berharap inovasi dan program yang telah berjalan ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang,“pungkasnya.(Ros-Nk)

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.