Kursi Wabup Pekalongan Lowong, PAN Mulai "Panaskan Mesin", Siapkan Candra Saputra Jadi Pendamping Sukirman



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Peta politik di Kabupaten Pekalongan mendadak bergejolak di tengah suasana pemeriksaan sejumlah pejabat oleh KPK. Pasca naiknya Wakil Bupati Sukirman menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati akibat kasus hukum yang menjerat Fadia Arafiq, teka-teki siapa yang akan mengisi kursi "Pekalongan 2" mulai terjawab.

Dalam agenda konsolidasi dan buka puasa bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen, Sabtu (14/3/2026) lalu, nama tokoh senior PAN, Candra Saputra, resmi mencuat sebagai kandidat kuat yang bakal diusulkan.

Ketua DPD PAN Kabupaten Pekalongan, Ahmad Muzaki, menyatakan bahwa sebagai bagian dari koalisi partai pengusung, PAN memiliki hak konstitusional untuk ikut serta menentukan arah pemerintahan ke depan, termasuk pengisian jabatan wakil bupati yang berpotensi kosong.

Baca juga: Bukber PAN Pekalongan Jadi Sinyal Awal Pemilu 2029, Target Tambah Kursi Mulai Disiapkan

“Tidak menutup kemungkinan. Kita juga melihat situasi, karena sebagai partai pengusung mungkin mempunyai "chance". Tapi itu nanti bisa dibicarakan dengan partai-partai pengusung yang lain,” ujar Muzaki tegas.

Ia menekankan bahwa saat ini PAN terus merapatkan barisan dari tingkat DPC hingga DPRT agar tetap solid menghadapi dinamika politik yang berubah cepat di Kabupaten Pekalongan.

Dukungan konkret muncul dari pengurus DPW PAN Jawa Tengah sekaligus anggota DPRD Provinsi Jateng, Sofwan Sumadi. Secara blak-blakan, ia menyebut Candra Saputra adalah figur paling mumpuni untuk mendampingi Sukirman dalam menuntaskan sisa masa jabatan.

Meski mengaku ini adalah usulan awal secara pribadi sebelum dibawa ke forum resmi partai, Sofwan telah mengambil langkah berani dengan berkomunikasi langsung kepada Candra.

Baca juga: Di Bawah Kepemimpinan Baru Ahmad Muzaki, PAN Pekalongan Siapkan Strategi Besar Perkuat Basis Politik

“Saya sudah komunikasi dengan Mas Candra. Mas Candra yang agak ‘abot’ (berat), tapi saya paksalah. Pokoknya Mas Candra ini peluang, harus maulah. Perkara nanti diterima atau tidak, yang penting kita usaha dulu,” ungkap Sofwan.

Sofwan menyadari bahwa peluang tersebut harus diperjuangkan melalui lobi-lobi politik dengan partai koalisi lainnya.

“Sudah mulai komunikasi, tapi baru sebatas itu. Sekarang masih hubungan secara perorangan dengan teman-teman partai,” imbuhnya.

Menariknya, saat nama Candra Saputra disebut di depan ratusan kader, suasana acara sempat pecah oleh tawa. Candra, yang dikenal sebagai figur senior dengan basis massa kuat di Kabupaten Pekalongan, justru menanggapi wacana tersebut dengan kelakar dan enggan memberikan pernyataan resmi saat dikonfirmasi awak media.

Langkah PAN mengusulkan nama Candra Saputra diprediksi akan mengubah konstelasi politik di Kajen, mengingat perlunya stabilitas pemerintahan di bawah kendali Plt Bupati Sukirman untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal pasca goncangan di pucuk pimpinan daerah.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.