Musim Berganti, PDAM Tirta Kajen Pasang Kuda-kuda Amankan Pasokan Air Pelanggan



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Transisi musim dari penghujan menuju kemarau di bulan April ini menjadi perhatian serius Perumda Air Minum Tirta Kajen (PDAM Kabupaten Pekalongan). Tak ingin pelayanan terganggu akibat penurunan debit air, tim teknis mulai bergerak menyisir titik-titik sumber mata air vital di wilayah pegunungan.

Direktur PDAM Kabupaten Pekalongan, Nur Wachid, mengungkapkan bahwa pengecekan rutin ini merupakan langkah preventif agar distribusi ke rumah warga tetap stabil meski cuaca mulai memanas.

Pengecekan difokuskan pada wilayah-wilayah penyangga utama seperti Kecamatan Kajen, Doro, hingga Karanganyar. Nur Wachid menyebutkan bahwa potensi penurunan debit air di sumber-sumber tersebut harus diantisipasi sejak dini.

Baca juga: Banjir Hantam Sumber Mata Air Sidosukmo, Aliran PDAM Pekalongan Terganggu

"Seperti yang kami lakukan hari ini, tim teknis PDAM sedang mengecek kondisi sumber mata air di daerah Kajen hingga Linggo," ujar Nur Wachid saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4).

Langkah "jemput bola" ini diambil guna meminimalisir gangguan distribusi. Dengan deteksi dini, setiap kendala teknis yang ditemukan di lapangan dapat langsung ditangani oleh petugas sebelum berdampak luas kepada pelanggan.

Di sisi lain, Nur Wachid menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran distribusi air selama masa krusial, yakni Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Menurutnya, minimnya keluhan masyarakat menjadi indikator bahwa sistem distribusi berjalan dengan baik.

Baca juga: PDAM Pekalongan Dorong Pembayaran Digital, 58% Pelanggan Sudah Manfaatkan Aplikasi

"Setiap hari kami selalu menurunkan petugas lapangan untuk pelayanan air bersih ke pelanggan," tegasnya.

Selain faktor cuaca, PDAM juga tetap mewaspadai potensi bencana alam seperti tanah longsor yang kerap melanda wilayah atas Kabupaten Pekalongan. Meski hingga saat ini jaringan pipa PDAM dilaporkan aman dan tidak ada yang terdampak, pemeriksaan sarana prasarana tetap diperketat.

Pihaknya memastikan petugas lapangan akan terus bersiaga secara berkala untuk memantau kondisi alat dan pipa transmisi agar layanan air bersih tidak terputus bagi warga Kota Santri.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.