Gempur Stunting dan AKB, RSUD Kraton ‘Upgrade’ Kemampuan Bidan dan Nutrisionis se-Kabupaten Pekalongan
KFM PEKALONGAN, KAJEN – RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan bergerak cepat memperkuat barisan garda terdepan kesehatan masyarakat. Melalui forum pembinaan jejaring rujukan "Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif" (PONEK) serta penurunan prevalensi stunting dan wasting, puluhan tenaga medis dari seluruh pelosok kabupaten dikumpulkan untuk menyamakan frekuensi medis.
Acara yang digelar di Aula Atas RSUD Kraton pada Kamis (2/4/2026) ini menghadirkan perwakilan satu bidan dan satu nutrisionis dari 20 Puskesmas di wilayah Kabupaten Pekalongan. Langkah ini diambil guna memastikan rujukan pasien dari tingkat dasar ke rumah sakit berjalan tanpa celah, terutama untuk kasus-kasus darurat ibu dan anak.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan penyegaran materi (refreshing) yang sangat krusial. Mulai dari kriteria dan indikasi medis pasien yang wajib dirujuk, teknik stabilisasi pasien sebelum masuk ambulans, hingga kelengkapan administrasi dan prosedur rujukan yang harus serba cepat dan tepat.
Baca juga: Zakat 2025 Capai Rp 6,2 Miliar, RSUD Kraton Raih Penghargaan Pengumpulan Terbaik Baznas 2026
Direktur RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, dr. Henny Rosita, menekankan bahwa komunikasi antara puskesmas sebagai pengirim dan RSUD sebagai penerima rujukan harus seirama demi menyelamatkan nyawa pasien.
"Kami ingin seluruh bidan dan nutrisionis di jejaring rujukan RSUD Kraton memiliki pemahaman yang sama. Fokus utamanya adalah bagaimana melakukan stabilisasi pasien sebelum dirujuk. Jangan sampai pasien sampai di rumah sakit dalam kondisi yang sudah sangat kritis tanpa penanganan awal yang tepat," tegas dr. Henny.
Beliau juga menambahkan bahwa penanganan stunting dan wasting memerlukan intervensi gizi yang disiplin sejak dari puskesmas.
"Rujukan bukan sekadar memindahkan pasien, tapi memastikan estafet penanganan medis tetap terjaga kualitasnya," imbuhnya.
Baca juga: Banjir Rendam Permukiman, Warga Pekalongan Mengungsi, RSUD Kraton Kirim Bantuan ke BPBD
Antusiasme peserta terlihat memuncak saat sesi diskusi bersama tiga narasumber spesialis yang menjadi ujung tombak RSUD Kraton. Mereka memaparkan pembaruan ilmu (update) terkini dalam penanganan kasus medis kompleks, yakni:
1.dr. Mohammad Yasin, Sp.OG., Subsp.KFM (Pakar Fetomaternal)
2.dr. Mohammad Rizal, Sp.A (Spesialis Anak)
3.dr. Asma'ul Kholifia, M.Sc., Sp.A (Spesialis Anak)
Ketiga narasumber mengupas tuntas tantangan di lapangan, termasuk bagaimana mendeteksi dini risiko stunting pada anak melalui pemantauan gizi yang lebih presisi oleh para nutrisionis.
Acara berlangsung dengan lancar dan interaktif. Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan angka kematian ibu dan bayi serta prevalensi gizi buruk di Kabupaten Pekalongan dapat ditekan secara signifikan melalui sistem rujukan yang terintegrasi dan profesional.

Komentar Anda