PPKM Darurat Tidak Akan Optimal Tanpa Partisipasi Masyarakat

KFM PEKALONGAN, KOTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kunjungi RSUD Bendan Kota Pekalongan,Minggu (4/7/2021), guna memastikan penambahan kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19. Target yang diharapkan penambahan tersebut bisa sampai 40 persen. Hal itu merupakan langkah persiapan apabila terjadi peningkatan jumlah orang yang terpapar dan harus mendapat perawatan intensif. 

Tidak hanya penambahan tempat tidur, namun sarana-sarana lain yang dibutuhkan juga harus selalu dicek ketersediaannya seperti tabung oksigen. Selain itu Ganjar juga meminta agar Pemerintah Daerah mulai mempersiapkan penambahan tempat-tempat isolasi. Gubernur menyarankan supaya Pemda bekerja sama dengan pihak-pihak non pemerintahan seperti Hotel, Kampus, dan lain-lain. 

"Persiapan-persiapan skenarionya. Tadi di Rumah sakit Bendan kita sudah cek penambahan tempat tidurnya bisa sampai 40 persen, target tercapai. Langsung saya cek oksigen biar tidak rebutan tiap hari dilakukan pengisian, kontrol dan pastikan. Lha kemudian ketika tempat isolasi terpusat mulai kurang, kerjasama, nah ini dengan Unikal. Skenario semacam ini harus kita siapkan sampai dengan skenario tenda, TNI-Polri sudah siap," kata Ganjar. 

Menurut Ganjar pemberlakuan PPKM darurat tidak akan optimal hasilnya tanpa kerjasama dan dukungan dari semua pihak, terutama adalah partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi PPKM ini. Himbauan untuk tidak berkerumun seringkali dilanggar sehingga kemudian pola yang diterapkan tidak lagi persuasif, namun larangan tegas dan pendekatan hukum. 

"Kita ditargetkan sampai 10 ribu pengurangannya lho, ini berat. Tanpa partisipasi masyarakat tidak akan bisa. Maksud saya ayo dong bantu, kita menahan diri, kita dirumah selama PPKM darurat ini. Dengan cara itu, ini akan berjalan. Jadi dari PPKM ini kita harapkan ya sekali lagi masyarakat berpartisipasi. tapi makin hari kita akan meningkatkan pendekatan hukumnya." 

Ganjar menegaskan bahwa selama PPKM darurat ini semua tempat wisata wajib ditutup. Kemudian untuk warung masih diperbolehkan buka tetapi take away atau bawa pulang makan dirumah. Semua diperlakukan sama tanpa pengecualian agar masyarakat paham jika kondisi saat ini benar-benar darurat karena penyebaran Covid-19 semakin masif di Jawa Tengah.


Penulis : Nuke Shavila | Editor : Tiwi Maharani | Berita Pekalongan bisa didengar melalui 103.1 Radio Kfm | Sakpore Dangdute Pas Infone  

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.