Misi Riswadi Membayar Kekalahan dan Memulihkan Marwah PDIP Pekalongan
KFM PEKALONGAN, KAJEN – PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan memasuki babak baru di bawah kepemimpinan wajah lama. Riswadi kembali dipercaya memegang tongkat komando DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan untuk masa bakti 2025-2030. Namun, periode kali ini bukan sekadar rutinitas organisasi, ada beban moral besar untuk merebut kembali dominasi yang sempat tergerus.
Penetapan Riswadi dilakukan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) pada 28 Desember 2025. Riswadi menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari mekanisme top-down yang diatur ketat oleh DPP.
"Ini bukan sebuah perubahan ya. Ini kan konsolidasi lima tahunan. Jadi lima tahunan itu partai melaksanakan fungsi konsolidasi, yaitu pembentukan DPP, DPD, dan DPC karena sifatnya top down," ujar Riswadi saat ditemui wartawan usai rapat perdana DPC, Minggu, (04/01/2026).
Dalam menjalankan roda organisasi lima tahun ke depan, Riswadi didampingi oleh Eko Arifiyanto sebagai Sekretaris dan Ian Kurniawan sebagai Bendahara. Meski struktur utama tampak stabil, ada penyegaran di level pengurus harian.
Baca juga: DPRD Sidak SPPG Pakisputih, Sopir Usia 63 Tahun Diganti dan Fasilitas Disorot
Dari total 17 pengurus DPC, terdapat enam wajah baru yang dipromosikan. Riswadi menggarisbawahi bahwa mereka adalah kader yang sudah matang di akar rumput.
"Hanya enam orang dari 17 itu wajah baru di DPC. Tetapi mereka ada di PAC. Jadi semuanya bukan wajah baru," jelasnya.
Ia juga memastikan kepengurusan kali ini tetap patuh pada mandat keterwakilan perempuan minimal 30 persen.
Nada bicara Riswadi berubah serius saat menyinggung capaian partai pada Pemilu Legislatif 2024 lalu. Bagi "Banteng" Pekalongan, kehilangan tiga kursi di parlemen daerah adalah luka yang harus segera disembuhkan.
"Kami sangat kecewa, di 2024 legislatif itu kami kehilangan tiga kursi," ungkap Riswadi blak-blakan.
Target utama kepengurusan 2025-2030 ini pun sudah dipatok, Restorasi Kekuatan. Riswadi berambisi mengembalikan kursi-kursi yang hilang untuk mengukuhkan kembali marwah partai di Kota Santri.
Baca juga: Gedung Baru RSUD Kraton Masuk Fase Akhir, DPRD Pastikan Tak Molor dan Siap Beroperasi 2026
"Minimal kami akan mengembalikan marwah PDI Perjuangan kembali ke kursi semula. Syukur-syukur besok tambah kursi," tambahnya.
Di tengah isu perombakan besar-besaran, posisi kader PDIP yang duduk di unsur pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan kini menjadi sorotan. Apakah pergantian pengurus DPC akan diikuti dengan pergantian pimpinan fraksi atau DPRD?
Riswadi memilih untuk tetap diplomatis dan mengikuti garis instruksi pusat. Ia menegaskan bahwa anggota legislatif adalah petugas partai yang harus tunduk pada perintah organisasi.
"DPRD itu adalah kepanjangan tangan partai. Apa pun itu perintah partai, kalau memang instruksi, kami laksanakan," tegasnya.
Namun, ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan adanya pergantian di parlemen. "Ya kita tunggu aja, jangan mengira-ngira lah. Santai saja," tandasnya.
Pasca rapat perdana ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan dijadwalkan akan segera melakukan akselerasi konsolidasi hingga tingkat PAC (Kecamatan) dan Ranting (Desa) guna memanaskan mesin partai menyambut agenda politik mendatang.

Komentar Anda