Mahasiswa Al-Azhar Asal Pekalongan Tewas Terseret Ombak di Mesir, Jenazah Tunggu Jadwal Pemulangan ke Indonesia




KFM PEKALONGAN, KAJEN – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Pekiringanalit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Muhammad Ashim Alfatih, mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak saat berada di kawasan pantai Laut Tengah.

Ashim merupakan putra ketiga dari pasangan H. Abdul Basith dan Hj. Khuzaemah, warga Dukuh Kembon RT 01 RW 01 Desa Pekiringanalit. Selain menempuh pendidikan di Al-Azhar, korban juga diketahui aktif sebagai pengurus pesantren.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat Ashim tengah melakukan pengecekan lokasi untuk kegiatan rihlah (tamasya) santri pesantren/kampus di sebuah resort dekat pantai. Usai survei lokasi, korban dilaporkan mandi di tepi pantai.

Namun nahas, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret korban ke tengah laut. Rekan-rekannya yang berada di lokasi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang setempat. Setelah dilakukan pencarian, jenazah korban akhirnya ditemukan di tengah laut.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Polres Pekalongan Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026, Knalpot Brong Jadi Sasaran

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf melalui Kapolsek Kajen IPTU Teguh Subiyantoro membenarkan peristiwa tersebut.

“Korban atas nama Muhammad Ashim Alfatih merupakan anak ke-3 dari Bapak H. Abdul Basith dan Ibu Hj. Khuzaemah, warga Desa Pekiringanalit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan,” terang IPTU Teguh Senin, (2/2/2026).

Ia menjelaskan, saat kejadian korban diketahui tidak bisa berenang, sehingga tidak mampu menyelamatkan diri ketika terseret arus laut.

“Bahwa korban meninggal dunia pada saat selesai melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi untuk kegiatan pesantren atau kampus dan kemudian mandi di pantai Laut Tengah. Korban tidak bisa berenang sehingga terseret arus dan tenggelam,” jelasnya.

Saat ini, jenazah Muhammad Ashim Alfatih masih berada di Rumah Sakit Kairo, Mesir, sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan ke Indonesia. Kendala utama dalam proses pemulangan adalah keterbatasan pesawat yang memiliki fasilitas kargo jenazah.

“Untuk saat ini jenazah masih berada di rumah sakit Kairo Mesir menunggu jadwal penerbangan ke Indonesia, mengingat tidak semua pesawat memiliki fasilitas kargo jenazah,” lanjut IPTU Teguh.

Baca juga: Jalan Provinsi Bojong–Kajen Jadi “Jebakan Maut”, Pedagang Ikan Terjatuh Hingga Warga Pasang Rambu Darurat

Sementara itu, ayah korban H. Abdul Basith menyampaikan bahwa pihak keluarga terus menjalin komunikasi intensif dengan KBRI Mesir dan pemerintah Indonesia guna mempercepat proses pemulangan jenazah.

"Kita terus menjalin komunikasi secara intens dengan pihak KBRI Mesir," jelasnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, sekaligus memohon doa agar proses administrasi dan penerbangan berjalan lancar.

Rencananya, jenazah almarhum akan dipulangkan ke Indonesia pada Kamis, 5 Februari 2026, untuk kemudian dimakamkan di kampung halaman.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Kapolsek Kajen IPTU Teguh Subiyantoro beserta anggota melaksanakan takziah ke rumah duka keluarga korban pada Senin (2/2/2026) pagi.

Kegiatan takziah berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai, sekaligus menyampaikan belasungkawa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.