Pekalongan Bukan Cuma Batik, Komunitas Japas Bogor Bongkar Jejak Kejayaan Taipan Doro



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Kabupaten dan Kota Pekalongan kembali membuktikan daya tarik sejarahnya yang luar biasa. Kali ini, sebanyak 35 pegiat sejarah yang tergabung dalam komunitas Jalan Pagi Sejarah (Japas) asal Bogor sengaja bertandang jauh-jauh untuk menelusuri jejak-jejak kolonial dan kejayaan masa lalu yang belum banyak diketahui publik, Minggu (12/4/2026).

Dipimpin oleh Johnny Pinot, rombongan yang mayoritas terdiri dari para lansia dan pensiunan ini rela menyisir sudut-sudut kota hingga pelosok desa di Kecamatan Doro demi menghidupkan kembali narasi sejarah yang terpendam.

Baca juga: Badai Kasus Fadia Arafiq Belum Usai, 63 Pejabat Pemkab Pekalongan ‘Diperiksa’ KPK di Markas Polisi

Perjalanan dimulai dari Museum Batik menuju Pabrik Limun Oriental yang melegenda sejak 1920. Rombongan juga sempat mengamati Benteng Belanda yang kini menjadi Rutan Pekalongan sebagai saksi bisu pengawasan jalur perdagangan Sungai Loji di masa lampau.

"Ini namanya Trip Japas. Kalau di luar kota kami menginap dan pakai bus. Intinya kami mengunjungi tempat-tempat bersejarah," ujar Pinot.

Salah satu titik yang paling mencuri perhatian adalah "Mausoleum" (makam megah) Hoo Tjien Siong atau Bah Zing Zong di Kecamatan Doro. Makam ini bukan sekadar tempat peristirahatan, melainkan bangunan arsitektur megah perpaduan Eropa-Tionghoa dengan material marmer mewah di seluruh bagiannya.

Baca juga: Prioritas di Tengah Jalan Berlubang, Pemkab Pekalongan Evaluasi Anggaran Gedung DPRD Rp19,5 Miliar

Isman Habibilah, pemandu sejarah lokal, menjelaskan bahwa Bah Zing Zong merupakan konglomerat abad ke-20 yang pengaruhnya sangat besar. Jejak kejayaannya terlihat dari sumur umbul di kawasan Terminal Doro yang dulunya merupakan pabrik es miliknya.

"Sepertinya harus ada trip khusus ke Pekalongan. Karena ini belum selesai kalau cuma sehari," ungkap Pinot yang merasa waktu satu hari tak cukup untuk mengupas tuntas sejarah Kota Santri ini.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.