Gagalkan Tawuran Remaja di Wonokerto Pekalongan, Warga Tangkap 4 Pemuda
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Aksi kepedulian masyarakat di Desa Werdi, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, berhasil menggagalkan potensi bentrokan berdarah antarkelompok remaja. Warga mengamankan empat pemuda yang kedapatan hendak menggelar aksi tawuran di kawasan Gili Tengah sebelum akhirnya menyerahkan mereka ke Polsek Wiradesa pada Selasa (22/9/2026) dini hari.
Empat remaja yang diserahkan tersebut adalah S (18), D (15), dan I (15) yang merupakan warga Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, serta K (14), seorang pelajar SMP asal Kelurahan Gumawang, Kecamatan Wiradesa.
Kapolsek Wiradesa Iptu Eko Widiyanto membenarkan penyerahan para remaja tersebut oleh warga setempat sekitar pukul 03.30 WIB.
"Pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 sekitar pukul 03.30 wib, Polsek Wiradesa telah menerima empat orang anak yang diduga akan melakukan aksi tawuran di kawasan perbatasan," ujar Iptu Eko Widiyanto, Rabu (23/9/2026).
Baca juga: Kades di Pekalongan Digelandang Polisi, Diduga Gadaikan Motor Sewaan Rp300 Ribu
Insiden ini bermula sekitar pukul 01.00 WIB ketika keempat remaja tersebut diajak oleh rekannya untuk memperkuat salah satu kubu. Bentrokan direncakan melibatkan dua kelompok, yakni aliansi yang mengatasnamakan alumni MTS 45 melawan kelompok Al Bayan di area Gili Tengah. Namun, pergerakan kerumunan remaja tersebut memicu kecurigaan warga sekitar yang langsung menyergap lokasi sebelum bentrokan fisik pecah.
"Sesampainya di lokasi, kerumunan remaja yang hendak bertikai dibubarkan oleh warga yang berdatangan. Kedua kelompok langsung kocar-kacir melarikan diri, namun empat remaja ini berhasil diamankan oleh warga di lokasi dan langsung diserahkan ke Polsek Wiradesa," jelasnya.
Baca juga: Kepungan Warga Mereda, Polisi Evakuasi Dua Remaja Diduga Anggota Gangster di Bojong
Petugas Polsek Wiradesa langsung melakukan interogasi dan pemeriksaan mendalam. Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan senjata tajam maupun indikasi tindak pidana dari keempat pemuda tersebut.
"Setelah dilakukan interogasi intensif, para terduga pelaku ini belum cukup bukti melakukan tindak pidana. Oleh karena itu, pendekatan yang kami ambil adalah pembinaan dan pengawasan bersama," kata Iptu Eko.
Guna memberikan efek jera, Polsek Wiradesa memanggil para orang tua dan perangkat desa setempat untuk proses pembinaan. Para remaja tersebut akhirnya dikembalikan ke keluarga setelah menandatangani surat pernyataan.
"Kami berikan pembinaan, kemudian kami kembalikan kepada orang tua masing-masing. Namun, mereka dikenakan kewajiban wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis di Mapolsek Wiradesa sebagai bentuk pemantauan perilaku," pungkas Kapolsek.

Komentar Anda