Pacu Ketahanan Pangan Daerah, Kabupaten Pekalongan Kebut Target Gerakan Tanam PM AAS 2.612 Hektare


KFM PEKALONGAN, KAJEN  - Upaya memperkuat fondasi ketahanan dan kemandirian pangan di Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan tren positif. Lewat sinergi lintas sektor, Gerakan Tanam Modern - Advance Agriculture System (PM AAS) kini resmi menyasar kawasan Desa Sinangoh Prendeng, Kecamatan Kajen. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, menjelaskan aksi nyata penanaman serentak tersebut meluncur di lahan seluas 1 hektare milik Kelompok Tani Sikunang. 

"Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mengejar target realisasi PM AAS seluas 2.612 hektare sepanjang tahun 2026," jelasnya.

Baca juga: Kebut Swasembada Pangan, Pemkab Pekalongan Jor-joran Guyur Irigasi dan Alsintan Canggih di Sragi

Sejak bergulir pada Agustus hingga pertengahan September 2026, total luas tanam yang berhasil terealisasi telah mencapai 32,5 hektare dan diproyeksikan terus bertambah secara bertahap.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi kuat di tingkat tapak guna mengoptimalkan setiap jengkal potensi lahan pertanian setempat.

“Gerakan tanam ini menjadi bagian dari upaya kita untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan. Tentu diperlukan kerja sama dan sinergi semua pihak, terutama pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan para petani,” ujar Yudhi Himawan di sela-sela kegiatan, Selasa (22/09/2026).

Baca juga: Gebrakan Polres Pekalongan dan DKPP di Petungkriyono, 'Sulap' Lahan Dingin 2.000 Meter Demi Bawang Putih Lokal

Pendampingan intensif dari jajaran Penyuluh Pertanian serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) disiapkan untuk mengawal proses budidaya para petani dari hulu ke hilir, mulai dari olah lahan, penanaman, perawatan, pengendalian hama, hingga masa panen tiba.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Tani Merdeka Kabupaten Pekalongan, Kepala Desa Sinangoh Prendeng, Danramil Kajen beserta staf, Tim Kerja (Katimker), serta jajaran anggota Kelompok Tani Sikunang. 

"Kolaborasi antara dinas teknis, TNI, pemerintah desa, dan kelembagaan tani menjadi kunci utama dalam memastikan ketersediaan pasokan pangan daerah tetap terjaga secara berkelanjutan," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.