Penemuan Lansia Meninggal Dunia di Brondong Kesesi, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana
KFM PEKALONGAN, KAJEN - Warga Desa Brondong, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan penemuan jenazah seorang lansia berinisial S (82) di ruang belakang rumahnya, Senin (21/9/2026) sore. Jajaran personel Polsek Kesesi bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Peristiwa kelam ini pertama kali terungkap sekitar pukul 17.50 WIB saat anak dan istri korban kembali ke rumah. Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, anak korban sempat melihat S berada di ruang tengah dekat dapur sedang mengisi air sebelum berangkat ke sawah untuk menjemput ibunya.
Namun, hanya berselang 15 menit, suasana berubah hening. Saat dipanggil, korban tak kunjung merespons hingga akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area belakang rumah. Temuan ini segera dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Menerima informasi tersebut, personel Polsek Kesesi bersama Pamapta dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Pekalongan bergerak cepat mendatangi TKP guna melakukan pemeriksaan kondisi fisik jenazah serta menggali keterangan para saksi.
Kapolsek Kesesi AKP Dulsalim, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penanganan kejadian tersebut yang dilakukan bersama pihak Puskesmas Kesesi II.
Baca juga: Mencekam, Truk Semen Terjun ke Tebing 10 Meter di Kandangserang, Dua Korban Dilarikan ke Puskesmas
“Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Kami juga meminta keterangan saksi-saksi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes.
"Anak korban mengungkapkan bahwa almarhum sempat mengeluhkan penyakitnya yang tak kunjung membaik dan pernah mengutarakan keinginan untuk mengakhiri hidupnya," imbuhnya.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis awal di lapangan, pihak kepolisian menegaskan tidak menemukan adanya indikasi atau unsur pidana dalam peristiwa ini. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak untuk dilakukan proses otopsi.

Komentar Anda