Disorot Soal Dugaan Aksi 'Satanic' di Karnaval Buaran, Pemkab Pekalongan Bakal Panggil Panitia dan Gandeng MUI


KFM PEKALONGAN, KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait viralnya video penampilan bernuansa mistis dan dugaan elemen satanic dalam ajang Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang digelar di Kecamatan Buaran pada Kamis (10/9/2026) malam.

Langkah tegas tersebut diambil guna meredam simpang siur informasi yang beredar di media sosial, menyusul munculnya adegan karakter berbusana iblis hingga atraksi menyerupai ritual pemotongan kambing di atas panggung parade.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memantau rekaman video yang tengah menjadi perbincangan hangat publik tersebut. Sebagai langkah awal, Pemkab Pekalongan menjadwalkan pemanggilan terhadap jajaran panitia penyelenggara SKNC dalam waktu dekat.

Baca juga: Heboh Kostum Niat Unik Malah Berujung 'Satanic', Tim Simone dan Panitia Karnaval Simbang Kulon Buka Suara

"Ya, kami juga baru menerima, mendapatkan video viral tentang informasi soal itu juga. Tentu langkah pemerintah daerah, kami dalam jangka waktu dekat ini akan mengundang panitia, teman-teman panitia SKNC untuk dilakukan mitigasi apa yang terjadi di sana," tegas Yulian saat ditemui di Kompleks Kantor Bupati Pekalongan, Senin (14/9/2026) siang.

Yulian mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan. Ia memastikan pemerintah daerah akan mengusut dan meminta pertanggungjawaban konsep acara secara menyeluruh sebelum mengambil tindakan resmi.

Baca juga: Tinjau Progres Jalan di 4 Titik, Plt Bupati Sukirman: Viral Atau Tidak, Semua Jalan Prioritas

"Saya harap ini tidak menjadi isu liar. Kita akan klarifikasi sejelas-jelasnya. Nanti setelah klarifikasi, kami dengan panitia baru nanti akan memberikan komentar lebih lanjut," ungkapnya.

Mengingat gelaran SKNC diselenggarakan sebagai bagian dari momentum peringatan Maulid Nabi yang dipadukan dengan pemajuan seni budaya lokal, Pemkab Pekalongan juga akan melibatkan para tokoh agama untuk meninjau norma dan etika pertunjukan tersebut.

"Maulid Nabi dan juga itu kan terkait dengan apresiasi seni dan budaya. Dan ini kami segera koordinasi, tadi dengan panitia juga, mungkin segera kami juga akan koordinasikan juga dengan MUI untuk meminta masukan tersebut," pungkas Yulian.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.