Lawan Kriminalitas Remaja, Pemkab Pekalongan Inisiasi Program Sakpore: 1 Jam Bebas HP untuk Ketahanan Keluarga
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Maraknya fenomena kenakalan remaja hingga tindak kriminalitas belakangan ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan. Sebagai langkah preventif berbasis keluarga, Pemkab Pekalongan resmi meluncurkan gerakan "Sakpore" atau Sak Jam Kanggo Keluarga Tanpa HP.
Inovasi tersebut diluncurkan bertepatan dengan Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengungkapkan bahwa gagasan gerakan ini diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan. Program ini lahir dari keprihatinan mendalam atas minimnya waktu berkumpul antaranggota keluarga akibat tingginya kesibukan dan dominasi gawai (gadget).
“Sesungguhnya kita ini hampir tidak punya ruang untuk keluarga berkumpul bersama karena kesibukan dan seterusnya. Ditambah kemudian dominasi handphone dan alat-alat gadget lainnya, terutama kepada anak-anak kita,” ujar Sukirman saat ditemui usai peluncuran program.
Baca juga: Masa Jabatan Sekda Pekalongan Berakhir Desember 2026, Pemkab Bentuk Timsel Evaluasi M Yulian Akbar
Menurut Sukirman, renggangnya komunikasi serta interaksi langsung di rumah menjadi pemicu munculnya berbagai masalah sosial pada remaja.
“Dampaknya memang sudah sangat terasa sehingga kemudian hari ini muncul marak kenakalan-kenakalan remaja yang menjurus pada kriminal dan seterusnya. Ini bagian yang memang harus kita upayakan bersama-sama,” tegasnya.
Melalui gerakan Sakpore, setiap keluarga diajak untuk membiasakan diri menyisihkan waktu minimal satu jam sehari penuh tanpa memegang telepon genggam. Waktu khusus ini dimanfaatkan untuk membangun kedekatan emosional melalui berbagai aktivitas positif bersama.
“Nah, meskipun ya tidak harus pas akronimnya, tetapi yang jelas adalah semangatnya untuk mengarah ke sana. Sehingga satu jam ini benar-benar digunakan, satu untuk ibadah, lalu kemudian untuk belajar bersama, lalu kemudian untuk main bersama, terus bercengkerama bersama,” jelas Sukirman.
Baca juga: Kejar Target Rp82,5 Miliar, Samsat Kajen Siapkan Pemutihan Denda dan Layanan Bayar Pajak di Desa
Interaksi langsung tanpa distraksi gawai diharapkan mampu mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Pekalongan akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) terlebih dahulu, sebelum disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Tak hanya fokus pada ketahanan keluarga, dalam kesempatan tersebut Sukirman juga mendorong para kader PKK untuk mengambil peran aktif dalam percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.
Sinergi yang telah terjalin diharapkan dapat memperkuat pembaruan data sosial ekonomi masyarakat, khususnya yang terintegrasi dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kita harapkan ikut bareng-bareng, karena ada aplikasi yang kita bisa masuk di dalamnya sehingga itu bisa berkesinambungan,” pungkasnya.
Dengan pendataan yang lebih akurat dari tingkat bawah melalui peran kader PKK, program penanganan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Komentar Anda