Niat Usir Nyamuk Berbuah Petaka, Kandang Terbakar di Kajen, 10 Ekor Kambing Hangus Terpanggang
KFM PEKALONGAN, KAJEN - Maksud hati hendak melindungi hewan ternak dari gigitan serangga, seorang warga di Kabupaten Pekalongan justru harus menelan kerugian besar. Sebuah kandang kambing di Dukuh Kemranggon, Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen, ludes dilalap si jago merah pada Selasa (3/11/2026) siang.
Tragedi ini tidak hanya menghanguskan bangunan kandang, tetapi juga merenggut nyawa 10 ekor kambing milik warga akibat terjebak kobaran api.
Peristiwa nahas tersebut menimpa milik Kuswadi (43), warga setempat. Berdasarkan data yang dihimpun, awal mula bencana bermula dari aktivitas pembakaran sisa pakan atau rumput kering di sekitar area kandang. Api sengaja dinyalakan dengan tujuan untuk mengusir nyamuk yang kerap mengganggu hewan ternak.
Nahas, api tersebut ditinggalkan begitu saja tanpa pengawasan ketat. Akibatnya, kobaran api dengan cepat membesar, menjilat dinding kandang, dan merambat membakar seluruh isi bangunan tempat ternak tersebut dikandangkan.
Baca juga: Maut di Jalan Menurun Paninggaran: Pick Up Muatan Sapi Terjun ke Jurang, Satu Nyawa Melayang
Mendapat laporan darurat dari warga, personel Polsek Kajen bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), unsur TNI, dan masyarakat sekitar langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna menjinakkan api serta melakukan evakuasi.
Kapolsek Kajen, Iptu Teguh Subiyantoro, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa insiden kebakaran ini dipicu oleh kelalaian dalam pengawasan api saat membakar rumput kering.
"Diduga api berasal dari sisa pakan atau rumput kering yang dibakar pemilik kandang dengan maksud untuk mengusir nyamuk. Namun, karena ditinggalkan dan tidak diawasi, api membesar hingga membakar kandang kambing," ujar Iptu Teguh Subiyantoro.
Dari total 12 ekor kambing yang berada di dalam kandang saat musibah terjadi, situasi penyelamatan berlangsung dramatis. Hanya dua ekor kambing yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara 10 ekor lainnya tidak dapat diselamatkan dan mati terbakar di tempat.
"Akibat musibah kebakaran kandang beserta isinya ini, pemilik ditaksir mengalami kerugian materiil hingga mencapai Rp10 juta. Kendati demikian, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dari unsur manusia dalam insiden tersebut, kata Iptu Teguh.
Menyikapi kejadian ini, jajaran kepolisian mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat menggunakan api terbuka di dekat area rawan.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," tegas Kapolsek menutup imbauannya.

Komentar Anda