Angka Kematian Akibat Corona Kecil, Masyarakat Diimbau Jangan Panik


Agar terhindar dari virus corona, masyarakat dihimbau supaya membisakan pola hidup bersih dan sehat.

KARANGANYAR - Meskipun angka pesakitan tinggi, namun angka kematianya kecil. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dengan kasus covid-19 (corona).

"Masyarakat kami imbau jangan panik. Kasus corona angka kematiannya kecil, sekitar 2 hingga 3 persen. Memang angka pesakitannya cukup besar 30 hingga 40 persen," ujar Kabid Pelayanan Medis RSUD Kajen dr Imam Prasetyo, Senin (16/3/2020).

Ia mengatakan, kasus kematian akibat virus corona pun biasanya terjadi pada pasien yang sudah berusia lanjut dan ada penyakit penyerta.

"Jika kondisi sehat,  Insya Allah tidak terkena penyakit tersebut," kata dia.

Yang penting, masyarakat diingatkan untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), rajin cuci tangan, cukup istirahat, dan mengonsumsi makanan yang bergizi," pesannya.

Terpisah, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyatakan, Pemkab Pekalongan telah menggelar rakor dengan unsur Forkompinda, jajaran Dinas Pendidikan, dan Kemenag. Dalam rakor itu, Pemda mengikuti surat edaran dari Gubernur, yakni selama dua pekan meliburkan sekolah, sejak Senin (16/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020).

"Kami menitipkan kepada orang tua agar anak-anak ini belajar di rumah. Nanti guru juga memberikan petunjuk. Jangan diajak plesir," kata Bupati.

Bupati menambahkan, untuk mengatasi penyebaran virus corona, Pemda mengajak semua pihak untuk melakukan sosial distance atau pembatasan sosial.

"Saatnya kita melakukan sosial distance. Bagaimana pembatasan sosial agar kegiatan-kegiatan yang sekiranya tidak perlu mengumpulkan massa ya kita hindari. Kontak dengan orang yang tidak penting ya dihindari dulu. Intinya pemerintah melakukan program ini untuk kebaikan bersama," ujarnya.

Kemudian terkait pelayanan publik, Bupati menyatakan di lingkungan Pemkab Pekalongan pelayanan publik seperti di Dindukcapil dan lainnya masih berjalan seperti biasa. Pihaknya akan menyiapkan perangkat untuk cuci tangan dan tes suhu.

"Imbauan tentang bekerja di kantor kita situasional, karena kondisi di Kabupaten Pekalongan hingga saat ini belum ada yang terindikasi terjangkit kasus ini," kata dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama melaksanakan program dari pemerintah untuk kebaikan bersama. Sebab, mencegah lebih baik daripada mengobati.

ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan tetap masuk kerja. Sebagai langkah antisipatif, absen fingerprint dioffkan dan untuk sementara kembali menggunakan absensi manual.(NK)

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.