Modal Samurai dan Wortel Demi Konten "Gagah-gagahan", Pemuda di Pekalongan Rekayasa Aksi Begal hingga Viral
KFM PEKALONGAN, KAJEN — Sebuah video yang menayangkan dugaan aksi pembegalan sadis menggunakan senjata tajam di Dukuh Sigalung Lor, Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, mendadak gempar dan viral di media sosial sejak Minggu (2/8). Namun, jagat maya yang sempat diteror rasa cemas kini bisa bernapas lega. jajaran Polres Pekalongan memastikan kabar tersebut merupakan informasi bohong alias hoaks.
Ironisnya, alih-alih aksi kriminal sungguhan, skenario pembegalan tersebut ternyata hanyalah rekayasa seorang pemuda lokal bernama Bayu Wibowo (17). Tak tanggung-tanggung, demi memperkuat kontennya, ia nekat memanfaatkan sebilah samurai dan sebuah wortel untuk memanipulasi adegan jari terputus.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengonfirmasi bahwa usai video tersebut beredar luas, timnya bergerak cepat menyisir lokasi kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sosok yang memosisikan diri sebagai korban.
''Hasil penyelidikan kami menunjukkan bahwa peristiwa pembegalan tersebut tidak pernah terjadi. Video itu dibuat oleh seorang pemuda dan seluruh narasinya adalah bohong,'' tegas Kapolres.
Polisi berhasil menyita barang bukti rekayasa tersebut berupa sebilah samurai dan sebuah wortel. Konten dramatisasi itu awalnya hanya diunggah melalui status WhatsApp pribadi pelaku sebelum akhirnya dihapus. Nasi telah menjadi bubur, rekaman tersebut telanjur ditangkap layar oleh orang lain, menyebar berantai ke akun-akun bermassa besar, dan memicu kepanikan warga.
Atas tindakannya, pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian mengambil langkah pembinaan berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat dan keluarga pelaku.
''Untuk sementara kami bersama pemerintah desa dan pihak keluarga melakukan pembinaan. Jika yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya, akan dibuat surat pernyataan," tambah AKBP Rachmad C Yusuf.
Baca juga: Permudah Warga, Polres Pekalongan Mulai Bangun Pusat Layanan SIM dan SKCK Satu Atap
Beliau juga mewanti-wanti masyarakat luas agar senantiasa melakukan penyaringan informasi sebelum membagikannya.
"Masyarakat juga diminta melakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak ikut menyebarkan kabar yang dapat memicu keresahan," imbaunya.
Di hadapan petugas, Bayu Wibowo tak bisa menyembunyikan rasa menyesalnya. Pemuda 17 tahun ini mengaku rekayasa tersebut dilakukan secara spontan tanpa perencanaan matang, murni didasari dorongan ingin dipandang berani oleh teman sebayanya.
''Saya spontan dan mengaku khilaf karena hanya sekadar membuat konten dan keren-kerenan," aku Bayu saat dimintai keterangan.
Ia sama sekali tidak menduga status WhatsApp yang niat awalnya sekadar hiburan justru bergulir liar hingga diposting ulang oleh akun-akun media sosial berpengekor besar.
''Saya mendapat teguran dari orang tua setelah video tersebut ramai diperbincangkan. Saya menyesal,'' pungkasnya.

Komentar Anda