Tragedi di Jurang Lolong Pekalongan, Daihatsu Feroza Terperosok 20 Meter, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Momen perjalanan warga Lebakbarang berujung duka mendalam. Sebuah mobil Daihatsu Feroza bernomor polisi R-1405-FJ terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 20 meter di Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang, tepatnya di wilayah Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (31/7) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Kecelakaan tunggal mengerikan tersebut merenggut nyawa DME, seorang balita berusia 3 tahun asal Desa Lebakbarang, akibat mengalami cedera kepala berat.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf melalui Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Alfian Kharisma Putra, menjelaskan, insiden berdarah ini bermula ketika SUV tua tersebut melaju dari arah utara (Karanganyar) menuju selatan (Lebakbarang).

"Sesampainya di jalur rawan Desa Lolong, kendaraan mendadak hilang kendali. Mobil sempat menghantam dinding tebing di sisi kanan jalan dengan keras. Kerasnya benturan membuat mobil terpental ke sisi kiri jalan hingga akhirnya meluncur bebas masuk ke dasar jurang," jelas AKP Alfian.

Baca juga: Diduga Pengemudi Microsleep di Tol Pemalang-Batang, Bus Agra Mas Hantam Belakang Tronton Keramik, 1 Orang Meninggal Dunia

Rincian Korban Kecelakaan:

• Meninggal Dunia: DME (3 thn) – Cedera Kepala Berat

• Luka-luka (Evakuasi ke RSUD Kajen): Mila Yusnia (24 thn), Pengemudi, Jayendra Giofani Arisky (3 thn) – Mengalami Patah Tulang Kaki Kanan, Tri Yuli Astuti (38 thn), Gazela Agata (3 thn), Fariel Atalis Khalif (11 thn), Rochilah Witrisari (35 thn)

• Selamat (Tanpa Luka): Meli Yana Yusnia (19 thn)

Kasat Lantas mengungkapkan, kerugian material akibat kerusakan parah armada Feroza tersebut ditaksir mencapai Rp20 juta. Sementara itu proses evakuasi para korban berlangsung dramatis. 

Baca juga: Jejak Luka Cakaran dan Intrik Sakit Hati di Balik Pembunuhan Tragis Kalipancur Pekalongan

"Warga bersama petugas Satlantas Polres Pekalongan dengan sigap melarikan seluruh korban ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Sayangnya, nyawa balita DME tak dapat diselamatkan sesampainya di rumah sakit," ungkapnya.

Lebih lanjut AKP Alfian mengatakan, hasil awal olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Anggota di lokasi kejadian diduga pengemudi kurang konsentrasi.

"Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal di lapangan, kecelakaan lalu lintas tunggal ini diduga kuat dipicu akibat pengemudi kendaraan kurang berkonsentrasi saat mengemudi. Hal ini menyebabkan kendaraan kehilangan kendali di jalur yang cukup rawan tersebut," ungkap AKP Alfian Kharisma Putra.

AKP Alfian menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat untuk mengusut tuntas peristiwa ini.

"Petugas kami sudah selesai melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa armada kendaraan, mencatat data para saksi, serta menyusun laporan kejadian resmi guna proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.