Pasien RSUD Kajen Melonjak di September 2026, Bangsal Anak Paling Banyak Inden


KFM PEKALONGAN, KAJEN – Tren kunjungan pasien di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan mencatatkan lonjakan signifikan sejak awal September 2026. Hingga 24 September, tercatat sebanyak 2.205 pasien masuk untuk mendapatkan penanganan medis. Angka ini secara drastis melampaui total kunjungan sepanjang bulan Agustus yang berada di angka 2.093 pasien.

Imbas dari melonjaknya angka kunjungan tersebut paling dirasakan pada ketersediaan ruang perawatan, khususnya bangsal anak. Saat ini, daftar antrean atau inden kamar perawatan di RSUD Kajen didominasi oleh pasien anak-anak.

Direktur RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan, dr. Imam Prasetyo, membenarkan fenomena peningkatan jumlah pasien tersebut. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar pasien anak masuk dengan gejala penyakit yang relatif seragam.

“Peningkatan jumlah pasien mulai terlihat sejak memasuki awal September. Sebagian besar pasien anak yang datang mengeluhkan demam, batuk, pilek, hingga sesak napas. Hal inilah yang membuat kebutuhan terhadap ruang perawatan anak meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir,” ujar dr. Imam Prasetyo.

Baca juga: Bongkar Problem RSUD Kajen Saat Akreditasi, Plt. Bupati Pekalongan Minta Manajemen Ungkap Kendala Secara Terbuka

Pihak manajemen rumah sakit mengindikasikan bahwa perubahan cuaca yang cukup ekstrem turut memicu rentannya daya tahan tubuh masyarakat, terutama anak-anak. Cuaca yang belakangan terasa jauh lebih terik dan panas dibanding biasanya menjadi perhatian serius tim medis.

Menyikapi keterbatasan tempat tidur di bangsal perawatan, RSUD Kajen telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif dan opsi penanganan bagi keluarga pasien.

“Dalam kondisi ketersediaan kamar yang terbatas, kami berupaya memberikan pilihan kepada pasien untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat. Opsi rujukan ini kami tawarkan agar pasien tidak perlu menunggu terlalu lama hingga kamar perawatan tersedia,” jelas dr. Imam Prasetyo.

Meski demikian, dr. Imam mengungkapkan bahwa tidak sedikit keluarga pasien yang memilih untuk tetap bertahan dan menunggu antrean kamar di RSUD Kajen. Pertimbangan utamanya adalah faktor aksesibilitas dan lokasi rumah sakit rujukan lain yang dinilai cukup jauh dari domisili mereka.

Baca juga: Warga Pekalongan Tak Perlu Jauh-Jauh Lagi. RSUD Kajen Resmi Buka Layanan Endoskopi Canggih untuk Saluran Cerna

Menanggapi situasi ini, manajemen RSUD Kajen terus mengoptimalkan tata kelola internal agar seluruh pasien tetap terlayani dengan optimal dan aman.

“RSUD Kajen terus memantau kondisi keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) secara berkala dan terus menyesuaikan pelayanan dengan tingkat kebutuhan pasien. Koordinasi antarunit juga kami tingkatkan untuk memastikan setiap pasien yang datang mendapatkan penanganan medis yang cepat dan sesuai dengan kondisi klinisnya,” tegas dr. Imam Prasetyo.

Di akhir penjelasannya, dr. Imam memberikan imbauan khusus kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya para orang tua, agar lebih waspada terhadap perubahan kesehatan anak di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Masyarakat, khususnya orang tua, kami imbau untuk lebih ekstra dalam memperhatikan kondisi kesehatan anak. Jika anak mulai mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau sesak napas yang tak kunjung membaik dan makin berat, sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar bisa langsung memperoleh penanganan medis yang tepat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.