Viral Mobil Baju ASN Terobos Cor Jalan Basah Pekalongan, Plt Bupati dan DPU Buka Suara



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Sebuah video singkat berdurasi 17 detik mendadak gempar dan viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan aksi seorang pengendara mobil berseragam dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang nekad membuka pembatas jalan dan menerobos proyek pengecoran jalan yang permukaannya masih basah.

Peristiwa nekat yang mengekor puluhan pengendara sepeda motor di belakangnya tersebut terjadi di ruas Jalan Watusalam–Karangdadap, tepatnya di Pertigaan Jalan Letjen Suprapto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Senin (28/9/2026) pagi. akibat aksi serobot ini, permukaan beton basah langsung meninggalkan jejak baretan roda kendaraan yang cukup dalam.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyayangkan insiden yang mencoreng etika pelayanan publik tersebut. Berdasarkan penelusuran awal, oknum berbaju ASN yang memelopori penerobosan tersebut diduga merupakan pegawai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan.

"Saya lagi ngecek, tapi kabar rumor-rumornya itu ASN dari Kota Pekalongan," kata Sukirman usai Pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026) sore.

Baca juga: Disorot Publik Soal Rumor Kursi Wabup Pekalongan, Pimpinan DPRD dan Parpol Buka Suara Pasca Pertemuan Tertutup

Sukirman menekankan agar oknum yang bersangkutan memiliki iktikad baik untuk mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Semoga saja ini mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Pekalongan. Saya akan coba nanti kalau memang itu serius, kesengajaan dan seterusnya, kalau memang itu ASN dari Pemkot, ya saya tentu saja akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan, Pak Wali Kota," tegasnya.

Ia juga mengimbau warga untuk lebih sabar menghadapi proses pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, meski berpotensi memicu kemacetan di jam-jam sibuk.

"Manajemen lalu lintasnya sebenarnya juga sudah kita atur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Dimaklumi kalau kemudian pada saat jam-jam kerja macet, orang berangkat kerja beraktivitas, itu pasti terjadi krodit. Ya tentu saja sangat menyayangkan. Pertama, soal perilakunya. Yang kedua, ya lagi-lagi kemudian viral itu tadi. Ya iya, pasti itu diperbaiki lagi," tandas Sukirman.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan, Ahmad Al Faruq, mengonfirmasi bahwa bagian yang diterobos kendaraan tersebut merupakan lapisan fondasi awal atau lantai kerja (lean concrete).

Baca juga: Plt Bupati Pekalongan Lantik 10 Pejabat Tinggi Pratama, Satu Posisi Masih Tunggu Mendagri

"Iya, itu pas dilintasi masih berupa lantai kerja. Namanya benol. Ya masalah (meskipun itu masih lantai kerja). Karena jadi gak rata akhirnya. Jadi nanti takutnya ketebalan cornya jadi ada kekurangan," ungkap Ahmad Al Faruq.

Pihak DPU bersama kontraktor langsung bergerak cepat meratakan kembali bagian jalan yang rusak sebelum lapisan beton mengeras sepenuhnya.

"Ya nanti itu diratakan lagi, dipoles ulang. Tidak apa-apa. Nanti dipondasi ulang, diratakan lagi, terus pengeringan, terus dibeton atasnya. Iya, sudah dibetulkan itu. Karena kalau kelamaan nanti jadi keras," jelasnya.

Ahmad Al Faruq menuturkan bahwa proyek pengerjaan jalan tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Desember 2026. Ia meminta seluruh pengguna jalan untuk menahan diri dan menaati rambu-rambu petunjuk demi keselamatan dan kualitas hasil pembangunan.

"Kalau proyek pengerjaan itu targetnya selesai Desember. Imbauannya, pengguna jalan sementara ini sabar dulu. Karena kan semua itu ada prosesnya. Proses itu kan mesti kadang macet, kadang berdebu, dan sebagainya, tapi kan itu semua demi masyarakat biar jalan nantinya nyaman dilintasi," pungkasnya.


Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.