Jemput Bola Keselamatan, Satlantas Polres Pekalongan Boyong Layanan SIM Komunitas ke MAN Pekalongan


KFM PEKALONGAN, KAJEN — Dalam rangka mendukung gelaran Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Polres Pekalongan terus berinovasi dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mempermudah akses pelayanan publik. Langkah nyata ini diwujudkan melalui hadirnya program SIM Komunitas yang menyasar para siswa dan tenaga pendidik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pekalongan pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan jemput bola ini tidak hanya berfokus pada kemudahan pengurusan dokumen berkendara, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini kepada generasi muda.

Guna memastikan seluruh alur pelayanan berjalan sesuai standar operational procedure (SOP), Satlantas Polres Pekalongan menerjunkan personel gabungan yang bekerja sama dengan tim kesehatan, tim psikologi, pihak BRI, hingga pengawasan dari personel Propam.

Baca juga: Kasus Bullying Siswa di Doro Pekalongan, Polisi Bergerak Cepat dan Korban Dapatkan Pendampingan Medis

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 41 peserta memanfaatkan layanan SIM Komunitas, yang terdiri dari 4 pemohon SIM A dan 37 pemohon SIM C. Seluruh pemohon tetap diwajibkan mengikuti setiap tahapan yang ditentukan, mulai dari pemeriksaan kesehatan dan psikologi, registrasi, verifikasi data, identifikasi, hingga ujian teori berbasis e-AVIS serta ujian praktik berkendara.

Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Alfian Kharisma Putra, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperdekat jangkauan layanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

"Melalui kegiatan SIM Komunitas ini, kami ingin memberikan kemudahan akses pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Namun, kemudahan pelayanan tetap harus diimbangi dengan pemenuhan seluruh persyaratan, termasuk ujian teori dan praktik," ujarnya.

Baca juga: Bikin Bising Malam Minggu di Kajen, 13 Motor Knalpot Brong Dijaring Satlantas Polres Pekalongan

Ia menekankan bahwa semangat Operasi Patuh Candi 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan hukum di jalan raya, melainkan menonjolkan pendekatan edukatif demi membangun kesadaran kolektif. Kepemilikan SIM bagi pelajar ditekankan sebagai bentuk legitimasi kompetensi dan kesiapan mental saat berkendara.

"Kami mengimbau para pelajar agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, melengkapi surat-surat kendaraan, serta tidak berkendara sebelum memenuhi persyaratan usia dan memiliki SIM," tegas Alfian.

Melalui terobosan layanan SIM Komunitas ini, Satlantas Polres Pekalongan optimistis dapat mencetak pelopor keselamatan berlalulintas dari kalangan pelajar, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan demi mewujudkan kamseltibcarlantas di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.