Pasokan SPAM Petanglong Anjlok 50 Persen, PDAM Tirta Kajen Terapkan Giliran Air 3-4 Jam


KFM PEKALONGAN, KAJEN – Ribuan pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Kajen di kawasan bawah Kabupaten Pekalongan harus bersiap menghadapi penyesuaian distribusi air bersih. Anjloknya pasokan dari hulu membuat manajemen terpaksa memberlakukan kebijakan penggiliran aliran air secara situasional demi menjaga pemerataan suplai.

Penurunan pasokan yang dirasakan di wilayah seperti Karangdadap, Kedungwuni, dan Buaran ini bukan tanpa sebab. Kondisi tersebut dipicu oleh kemerosotan debit air secara drastis pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Petanglong, yang diambil dari pasokan Talun dan dikelola oleh BUMD Provinsi Jawa Tengah, PT Tirta Utama Jawa Tengah (TUJT). Sejak bulan September lalu, debit air tercatat merosot hingga lebih dari 50 persen dari kapasitas normal.

Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan, Ari Widiyanto, menjelaskan bahwa penurunan debit yang mencapai separuh dari kapasitas normal ini secara otomatis mengganggu tekanan dan kontinuitas aliran air ke rumah-rumah pelanggan.

Baca juga: Krisis Air Akibat El Nino, PDAM Tirta Kajen Dropping 100 Ribu Liter Air

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut tanpa memutus total suplai, pihaknya menerapkan mekanisme penggiliran aliran. Namun, Ari menegaskan bahwa pola penggiliran ini bersifat situasional berdasarkan pemantauan real-time di lapangan, bukan menggunakan jadwal harian yang kaku.

"Kami memberlakukan sistem penggiliran aliran secara situasional berdasarkan pemantauan tekanan air di lapangan, bukan dengan jadwal harian tetap. Durasi penghentian atau pengalihan aliran ini berkisar 3 hingga 4 jam," ujar Ari Widiyanto saat memberikan penjelasan teknis.

Lebih lanjut, Ari merinci bahwa durasi gilir 3 hingga 4 jam tersebut sangat krusial digunakan untuk mengisi dan menaikkan level air pada reservoir (bak penampungan utama). 

Baca juga: Dorong Regenerasi Petani Muda dan Benteng LP2B, Plt. Bupati Sukirman All Out Dukung KTNA Pekalongan

"Tujuannya agar volume dan tekanan air kembali mencukupi sebelum disalurkan kembali secara optimal ke wilayah-wilayah yang membutuhkan," ujarnya.

Di tengah situasi penyesuaian distribusi ini, PDAM Tirta Kajen mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan proaktif mengantisipasi ketersediaan cadangan air di rumah masing-masing.

"Kami menyarankan agar pelanggan di wilayah terdampak aktif mempersiapkan tandon atau tempat penampungan air di rumah. Manfaatkan momen saat aliran dan tekanan air sedang lancar untuk menghemat serta menampung cadangan air," pesan Ari.

Selain itu, pelanggan juga diminta untuk terus memantau pembaruan informasi seputar kondisi jaringan distribusi melalui saluran komunikasi resmi PDAM Tirta Kajen, baik melalui Instagram, WhatsApp Center, maupun informasi media massa, guna mengantisipasi dinamika penggiliran air di lapangan.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.