Banjir Makin Parah di Pekalongan, Air Capai 60 Cm, 214 Warga Dievakuasi ke Posko Siaga Polres



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Dampak cuaca ekstrem kembali menghantam Kabupaten Pekalongan. Banjir merendam tujuh desa di Kecamatan Siwalan dan Sragi, membuat ratusan warga harus meninggalkan rumah mereka. Hingga Minggu (18/1/2026), sebanyak 214 jiwa dievakuasi ke tiga posko utama yang disiagakan Polres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, turun langsung ke lokasi banjir dan posko pengungsian bersama jajaran Bhayangkari Cabang Pekalongan. Kehadirannya memastikan kondisi pengungsi, mulai dari kebutuhan logistik hingga layanan kesehatan, tetap terpantau.

"Di Kabupaten Pekalongan, ada dua wilayah kecamatan yang terdampak banjir cukup signifikan, yaitu Kecamatan Siwalan dan Sragi. Di Siwalan ada tiga desa dan di Sragi ada empat desa. Saat ini, kurang lebih ada 214 masyarakat yang sudah kita evakuasi ketiga posko utama, yaitu di Siwalan, Lokatex, dan Grabyak," ujar AKBP Rachmad.

Baca juga: Pastikan Natal Damai, Kapolres Pekalongan Kerahkan Ratusan Personel di Ops Lilin Candi 2025

Meski cuaca pada Minggu siang terlihat cerah, air banjir justru meningkat drastis. Kapolres mengungkapkan, hujan deras yang turun tanpa henti sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari menjadi pemicu utama naiknya debit air.

"Alhamdulillah hari ini tidak hujan, namun dari semalam hujan terus-menerus sehingga ketinggian genangan air sudah cukup naik, sekitar 30 sampai 60 centimeter. Kami terus menyisir titik-titik banjir untuk mengevakuasi warga yang mungkin masih terjebak," jelasnya.

Penanganan banjir dilakukan secara gotong royong oleh TNI, Polri, Pemkab Pekalongan, dan seluruh stakeholder terkait. Tidak hanya fokus pada penyelamatan fisik, pendampingan mental bagi pengungsi, khususnya anak-anak, juga menjadi perhatian serius.

Baca juga: Jelang Nataru, Polisi Turun Tangan Tambal Jalan Maut Siwalan–Sragi demi Cegah Kecelakaan

"Hari ini kami bersama Bhayangkari memberikan bantuan logistik berupa makanan dan minuman. Kami juga menyediakan personel untuk memberikan bantuan psikososial kepada warga. Ini penting agar anak-anak yang terdampak tetap bisa beraktivitas dengan ceria selama berada di posko pengungsian," tambah AKBP Rachmad.

Selain itu, tenaga kesehatan disiagakan di setiap posko untuk mengantisipasi penyakit yang kerap muncul akibat genangan air dan kondisi lingkungan yang lembap.

Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku melakukan patroli dan evakuasi lanjutan di wilayah terdampak. Kapolres memastikan seluruh laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan cepat.

"Kami berupaya memberikan bantuan kepada seluruh masyarakat, baik itu melakukan evakuasi maupun mendatangi titik-titik banjir yang belum terevakuasi sepenuhnya. Kami berikan bantuan moril dan dukungan logistik agar beban masyarakat sedikit berkurang," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.