Geger! Belasan Siswa SD di Pekalongan Mendadak Mual & Muntah Usai Santap Mie Goreng MBG, Tekstur Normal Tapi Rasa Asam
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, berujung kepanikan. Sebanyak 15 siswa dilaporkan mengalami gejala mual hingga muntah-muntah usai menyantap menu makan siang yang disediakan pada Selasa (13/1/2026).
Insiden ini memicu investigasi cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan setempat untuk mencari tahu penyebab pasti di balik dugaan keracunan massal tersebut.
PLT Kepala SDN 1 Kedungwuni, Deddy Ardiansyah, mengungkapkan bahwa laporan bermula dari keluhan guru kelas. Awalnya, hanya sekitar lima hingga enam anak yang dilaporkan merasa tidak enak badan.
“Awalnya saya mendapat laporan sekitar lima sampai enam anak yang mengalami mual dan muntah. Saya langsung perintahkan guru untuk melakukan pertolongan pertama (P3K) dan membawa anak ke puskesmas atau rumah sakit bila diperlukan,” ujar Deddy.
Baca juga: DPRD Sidak SPPG Pakisputih, Sopir Usia 63 Tahun Diganti dan Fasilitas Disorot
Namun, jumlah siswa yang terdampak terus bertambah hingga mencapai belasan anak, mayoritas berasal dari kelas 4. Beruntung, kondisi para siswa segera tertangani.
“Setelah penanganan awal, ada susulan lagi. Namun semuanya hanya penanganan ringan, tidak ada yang dirawat inap. Anak-anak sudah dipulangkan dan kondisinya aman,” tambahnya.
Pihak penyedia makanan, Kepala SPPG Kedungwuni Timur, Idhar, langsung turun ke lapangan untuk mengecek kualitas hidangan yang disajikan, yakni Bakmi Jawa dengan telur ceplok dan buah anggur.
Idhar memaparkan temuan janggal saat mencicipi langsung sisa makanan tersebut. Meski secara visual terlihat layak, terdapat anomali pada rasa mie.
“Dari hasil pengecekan dan pencicipan langsung, tekstur mienya tidak lengket seperti ciri mie basi, namun rasanya memang terdeteksi asam,” ungkap Idhar.
Baca juga: Mobil SPPG Pakisputih Terguling di Kedungwuni, Pengemudi Tanpa SIM A Ditemukan Selamat
Menanggapi peristiwa ini, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pekalongan, Nauf, menegaskan bahwa status kejadian ini masih dalam tahap "kejadian menonjol" dan belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Ini masih dugaan. Penetapan KLB merupakan kewenangan pemerintah daerah. Kami melakukan pemantauan dan uji laboratorium. Total laporan yang kami terima sekitar 14 sampai 16 siswa mengalami muntah-muntah,” jelas Nauf.
Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan pun tidak tinggal diam. PLT Kepala Dinkes, Edy Herijanto, mengonfirmasi bahwa sampel makanan dan bukti fisik lainnya telah dikirim ke provinsi.
“Sampel makanan dan sisa muntahan anak sudah dibawa ke Balai Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk pemeriksaan laboratorium,” tegas Edy.
Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah rasa asam pada mie tersebut menjadi penyebab utama belasan siswa jatuh sakit atau ada faktor eksternal lainnya.

Komentar Anda