Mengintip Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Usai OTT KPK, Harta Bersih Tembus Rp85,6 Miliar



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, Selasa (3/3/2026), bukan hanya mengguncang pemerintahan daerah. Publik kini juga menyoroti laporan kekayaan yang dimiliki kepala daerah tersebut.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2025, Fadia mencatatkan total kekayaan bersih mencapai sekitar Rp85,6 miliar. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu kepala daerah dengan aset signifikan di Jawa Tengah.

Mayoritas kekayaan Fadia berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan. Dalam laporan LHKPN, ia tercatat memiliki 26 bidang properti yang tersebar di sejumlah kota strategis.

Baca juga: Lima Pejabat Pemkab Pekalongan Diberangkatkan ke Jakarta Naik Bus, Usai Diperiksa KPK di Mapolres

Daerah tersebut meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, Semarang, Depok, Pekalongan, hingga kawasan Badung, Bali. Total nilai aset tidak bergerak ini mencapai lebih dari Rp74 miliar.

Salah satu properti yang paling mencolok adalah sebidang tanah seluas 550 meter persegi di Bogor dengan nilai sekitar Rp10 miliar.

Selain properti, Fadia juga tercatat memiliki sejumlah kendaraan pribadi kelas menengah atas dengan nilai total sekitar Rp3 miliar.

Beberapa di antaranya termasuk Toyota Alphard X dan Hyundai Minibus.

Baca juga: KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Sejumlah Ruang Kepala Dinas Disegel Bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK”

Tak hanya itu, ia juga memiliki tabungan dan kas lain senilai lebih dari Rp10 miliar.

Namun demikian, laporan kekayaannya juga menunjukkan adanya catatan utang sekitar Rp3,2 miliar.

Meski memiliki riwayat aset signifikan, status hukum Fadia kini tengah diproses penyidik KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta. Lembaga antirasuah masih mendalami dugaan keterlibatan aset-aset tersebut apabila ditemukan adanya aliran dana yang berasal dari tindak pidana korupsi.

Sorotan terhadap rincian kekayaan ini muncul bersamaan dengan kabar penangkapannya dalam OTT. Publik pun kini menanti perkembangan penyidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penelusuran terhadap aset-aset yang telah dilaporkan dalam LHKPN tersebut.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.