Gak Perlu Antre Berjam-jam, Begini Serunya Berburu Uang Baru di Kajen Pakai Aplikasi PINTAR, Warga: "Kalau Bisa Kuotanya Ditambah"
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Suasana di halaman Masjid Al Mukhtarom, Kajen, Kabupaten Pekalongan mendadak ramai pada Rabu (4/3/2026). Bukan tanpa alasan, Bank Indonesia (BI) Tegal tengah menggelar program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Terjaga dan Mumpuni) yang memfasilitasi masyarakat untuk menukarkan uang layak edar menyambut momen Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengungkapkan bahwa proses penukaran uang tahun ini terasa jauh lebih tertib dan efisien. Rahasianya, penggunaan aplikasi PINTAR.
Menurut Bimala, masyarakat kini semakin teredukasi mengenai pentingnya pendaftaran melalui aplikasi sebelum datang ke lokasi.
"Alhamdulillah, penukaran SERAMBI 2026 sampai hari ini berjalan aman dan tertib. Penggunaan aplikasi PINTAR memberikan kenyamanan karena jadwal kedatangan sudah terbagi, sehingga tidak ada antrean yang mengular panjang," ujar Bimala di sela-sela kegiatan.
Baca juga: SERAMBI 2026 Diluncurkan, BI Tegal Wajibkan Tukar Uang Baru Online via PINTAR
Selain memudahkan administrasi, aplikasi ini juga memastikan pemerataan distribusi uang baru agar lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati layanan ini secara adil.
Kemudahan ini dirasakan langsung oleh Dina, salah satu warga yang ikut mengantre. Baginya, sistem online ini memangkas waktu tunggu yang biasanya menjadi momok saat penukaran uang menjelang lebaran.
"Senang banget bisa dapat kesempatan tukar uang baru hari ini. Pakai aplikasi PINTAR jauh lebih mudah, gak perlu nunggu lama-lama di lokasi," ungkap Dina dengan wajah sumringah.
Meski puas, Dina menaruh harapan besar agar kedepannya Bank Indonesia bisa menambah jumlah kuota harian.
Baca juga: BI Tegal Musnahkan 19.834 Lembar Uang Palsu, Bimala Tegaskan Tak Ada Toleransi Peredaran UPAL
"Harapannya sih kedepan kuotanya diperbanyak lagi, soalnya peminatnya pasti banyak banget, apalagi pas sudah makin dekat lebaran," tambahnya.
Tak hanya soal uang fisik, Bimala juga menyoroti tren gaya hidup digital masyarakat. Data menunjukkan lonjakan transaksi melalui QRIS yang cukup signifikan.
"Masyarakat kita sudah mulai terbiasa dengan pembayaran non-tunai. Jika dibandingkan tahun 2024 ke 2025, transaksi QRIS meningkat hampir dua kali lipat. Kami terus menghimbau masyarakat untuk lebih banyak menggunakan QRIS karena lebih praktis, apalagi sekarang sudah ada fitur QRIS Terima dan Transfer," jelas Bimala.
Program SERAMBI 2026 ini diharapkan terus berjalan lancar hingga Idul Fitri tiba, membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang ingin berbagi rezeki dengan uang baru yang "gres" dan berkualitas.

Komentar Anda