Kasus Fadia Arafiq Memanas, KPK Cecar Camat Kedungwuni Soal Proyek 'Outsourcing'
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, kian bergulir panas. Memasuki hari kedua pemeriksaan di Mapolres Pekalongan Kota pada Kamis (18/6/2026), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membedah klaster pengadaan jasa, termasuk membidik proyek outsourcing.
Salah satu figur kunci yang dicecar penyidik adalah Camat Kedungwuni, Bambang. Berdasarkan pantauan di lapangan, Bambang tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan baru keluar dari ruang pemeriksaan di lantai dua sekitar pukul 15.00 WIB.
Kepada awak media, Bambang blak-blakan mengakui bahwa pemeriksaannya kali ini erat kaitannya dengan rekam jejak jabatan terdahulunya sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pekalongan.
"Iya diperiksa. Pertanyaannya tidak terlalu banyak. Masih terkait outsourcing saat saya menjabat sebagai Kasatpol PP," ungkap Bambang usai pemeriksaan.
Bambang menambahkan bahwa materi yang disodorkan penyidik sebenarnya bukan hal baru, melainkan pendalaman dari pemeriksaan sebelumnya. Namun, ia enggan membeberkan lebih rinci mengenai inti dari koridor perkara tersebut.
"Materi pertanyaannya masih sama dengan yang lalu. Kalau yang paling substansial, silakan tanya langsung ke penyidik," imbuhnya.
Selain Camat Kedungwuni, KPK juga memanggil sejumlah saksi krusial lainnya sejak pagi hari. Sekitar pukul 09.45 WIB, mantan ajudan Fadia Arafiq, Mega Purnamasari, terlihat hadir mengenakan baju serba hitam dan masker. Tak berselang lama, rombongan lainya, juga tampak memasuki gedung pemeriksaan.
Mega terpantau menyelesaikan pemeriksaan sekitar pukul 12.10 WIB. Berusaha menghindari sorotan kamera, ia memilih keluar melalui pintu belakang Mapolres dan langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan sepatah kata pun kepada awak media.
Memasuki sesi siang, giliran Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, yang memenuhi panggilan. Ia langsung diarahkan menuju ruang penyidikan di lantai dua gedung Mapolres Pekalongan Kota.
Aktivitas intensif lembaga antirasuah di wilayah hukum Pekalongan ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi. Ia menyebutkan bahwa pihaknya memfasilitasi tempat pemeriksaan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
"Informasinya hari kedua ada 14 saksi yang diperiksa oleh KPK. Kemarin sudah ada 14 orang yang diperiksa, dan besok Jumat informasinya ada delapan orang," jelas AKBP Riki Yariandi, merinci total ada 36 saksi yang masuk dalam daftar pemeriksaan minggu ini.
KPK diprediksi masih akan terus mendalami keterangan para pejabat teras dan ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan guna merampungkan berkas perkara dugaan korupsi Bupati nonaktif Fadia Arafiq.

Komentar Anda