Tanpa Biaya, PKB Pekalongan Buka Jalur Kerja Gratis buat Gen Z, Dari Pabrik Lokal Hingga Jepang dan Korea




KFM PEKALONGAN, KAJEN – Kabar gembira bagi para pencari kerja dari kalangan generasi muda di Kabupaten Pekalongan. DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pekalongan resmi meluncurkan program pendampingan dan advokasi kerja secara gratis untuk membantu Gen Z menembus dunia kerja, baik di tingkat lokal, nasional, hingga mancanegara. Tidak main-main, akses pekerjaan luar negeri yang disiapkan mencakup negara tujuan potensial seperti Jepang, Korea, hingga kawasan Timur Tengah.

Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan komitmen nyata partai dalam menekan angka pengangguran pemuda, bukan sekadar janji politik. Pada tahap awal, sebanyak 70 anak muda telah terkumpul untuk mengikuti pendampingan.

“Kita mengumpulkan sekitar 70 anak-anak atau generasi muda yang berminat mencari pekerjaan, baik di Kabupaten Pekalongan, luar daerah maupun bahkan ke luar negeri,” ujar Asip saat ditemui di Kantor DPC PKB setempat, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Kembali Nakhodai PKB Kabupaten Pekalongan, Asip Kholbihi Bidik Kemenangan Total di Pemilu 2029

Untuk memastikan para calon tenaga kerja memiliki daya saing, PKB menjalin kemitraan dengan perusahaan lokal serta lembaga penyedia tenaga kerja profesional guna memberikan pelatihan keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja internasional.

“Kita sudah punya koneksi, sudah punya mitra di sana. Tetapi keterampilan ini menjadi hal yang wajib. PKB nanti akan memfasilitasi itu bekerja sama dengan vendor penyedia tenaga kerja yang sudah profesional,” jelas Asip.

Guna mempermudah koordinasi, PKB membentuk tim taskforce khusus yang diketuai oleh Mas Kholis. Tim ini bertugas sebagai narahubung langsung antara pencari kerja dengan pihak perusahaan maupun vendor penempatan.

Seluruh proses pendampingan ini dipastikan 100% gratis. Bahkan, PKB menyiapkan solusi bagi calon pelamar yang terkendala masalah dokumen, seperti ijazah yang masih tertahan di sekolah.

Baca juga: Sentuhan Teknologi di Desa, ITSNU Pekalongan Terjunkan 267 Mahasiswa KKN untuk Bangun Pekalongan

“Program ini gratis, tidak dipungut biaya. Bahkan kita memfasilitasi. Contoh, kalau ada yang belum punya ijazah karena ijazahnya ditahan sekolah, PKB akan meminjamkan dulu,” tegas Asip.

Pendampingan yang diberikan tidak berhenti saat peserta diterima bekerja. PKB memastikan akan terus mengawal para pekerja muda agar mendapatkan hak-hak normatif secara penuh dari perusahaan tempat mereka bernaung.

“Prinsip bahwa berpartai adalah keberpihakan. Keberpihakan yang utama adalah kepada para generasi muda, Gen Z, yang risau terhadap pekerjaannya,” tuturnya.

Untuk dapat bergabung dalam program ini, kriteria yang dibutuhkan sangat terbuka, peserta belum bekerja, memiliki minimal ijazah SMA/SMK sederajat, serta memiliki tekad kuat untuk berkembang.

Ke depan, cakupan pendampingan ini akan diperluas tidak hanya bagi pencari kerja formal, tetapi juga menyasar petani muda, petambak, nelayan, hingga pelaku bisnis digital (online).

“Para pengusaha-pengusaha online di Kabupaten Pekalongan jumlahnya sangat banyak. Mereka dari Gen Z juga dan butuh pendampingan dari PKB, terutama untuk mengurus surat-surat yang menyangkut tentang kelembagaan badan usahanya,” pungkas Asip.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.