CV Jaya Utama di Karangdadap Pekalongan Sulap Limbah Medis Menjadi Batako

KFM PEKALONGAN, KAJEN - Di Kabupaten Pekalongan kini ada tempat pemusnahan limbah medis ramah lingkungan. Prosesnya tak membuang asap ke udara, bahkan abu sisa pembakaran (residu) bisa diolah jadi batako, paving, dan material talut.Tempat pemusnahan limbah medis itu terletak di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap tersebut milik CV Jaya Utama. 

Inisnerator pemusnah limbah medis itu dirancang oleh Syamsul Abbas Ras, 63. Ia mengklaim, hasil modifikasinya itu bisa jadi pertama di Indonesia bahkan mungkin dunia. 

"Insinerator ini kami datangkan dari Tiongkok. Tapi saya modifikasi agar cerobong asap tak menjulang ke udara," katanya. 

Tinggi mesin itu hanya kira-kira empat meter. Tak ada satu bagian pun, termasuk cerobong, yang keluar dari ruangan karena didesain horisontal lalu belok ke bawah sehingga tidak menimbulkan polusi. Di salah satu sudut, ada tabung air. Asap hasil pembakaran insinerator itu akan mengarah ke tabung itu. Lalu berproses menjadi uap air. 

Sementara abu sisa pembakaran (residu) disimpan di tabung lain dan langsung diolah menjadi batako, paving, dan material talut. Kemarin Abbas juga menunjukan sampel batako hasil olahan itu. 

"Jadi tak ada yang keluar, baik asap, abu, dan residu. Ini semua di indoor," jelas Abbas. 

Insinerator itu dapat menampung 500 kilogram limbah medis baik yang inveksius sampai non inveksius. Seperti jarum suntik, perban, selang oksigen, hingga potongan tubuh dan organ manusia sisa proses operasi. Adapun untuk proses pemusnahan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. 

Abbas mengatakan, warga setempat sempat takut karena limbah potongan tubuh dan organ manusia juga akan ditampung di sana. Namun kekhawatiran itu akhirnya hilang, setelah warga diajak berdialog dan diberi pemahaman. 

"Limbah dari tubuh manusia yang dimusnahkan kan yang amputasi (masih hidup). Yang meninggal kan ikut dimakamkan," ucapnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro belum bisa memberi statemen terkait ini. 



Penulis : Nuke Shavila | Editor : Tiwi Maharani | Berita Pekalongan bisa didengar melalui 103.1 Radio Kfm | Sakpore Dangdute Pas Infone

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.