Halal Bihalal, Paguyuban Bahurekso Minta Sepeda Motor Ke Bupati

 




KFM PEKALONGAN, KAJEN - Paguyuban kepala desa dan lurah Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Paguyuban Bahurekso langsung todong Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Mereka meminta pengadaan fasilitas sepeda motor dan penghasilan tetap (siltap) 13 saat Halal Bihalal di Pendopo Kabupaten, Selasa (31-05-2022).

Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Bahurekso Harnoto Taslani. Permintaan itu berdasar asas kemanfaatan. Sepeda motor akan dipakai untuk operasional. Misalnya, untuk menyambangi warga atau meninjau lokasi bencana.

"Kalau pakai ambulans desa, kesulitan untuk sampai ke lokasi bencana. Medannya harus ditempuh dengan sepeda motor. Karena itu kami minta motor saja, tidak usah mobil," tutur Harnoto yang juga Kepala Desa Ponolawen, Kecamatan Kesesi ini.

Ia menjelaskan, Bupati sudah mengiyakan permintaan tersebut. Sebenarnya, lanjut dia, sebelumnya bupati sudah merancang skema pencairan dana Rp 50 juta per desa. Namun itu akan dicairkan secara bertahap.

"Kami tidak setuju, karena kalau bertahap nanti akan muncul rasa iri. Justru akan memecah-belah paguyuban. Jadi lebih baik motor saja," ujarnya.

Sementara itu menurut Harnoto, terkait permintaan siltap 13, Bahurekso lebih menekankan untuk kesejahteraan. Menurutnya itu juga sebagai penyeimbang perangkat desa dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kalau ASN dapat gaji 13, kami di desa yang kerjanya pagi, siang, malam, mestinya juga dapat," tuturnya.

Pihaknya mengatakan, soal siltap 13 ini, Bupati masih berpikir dan menghitung ulang anggaran. Ia mengungkapkan, dalam diri bupati sebenarnya ingin mengabulkan permintaan itu. Namun anggaran masih sangat terbatas.

"Karena itu kami menekankan untuk yang sepeda motor saja. Lagipula operasionalnya bisa untuk kepentingan warga juga, bukan hanya kami yang di kantor desa," tandasnya.

Menanggapi permintaan Bahurekso, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq akan menampung aspirasi itu. Jika memang sepeda motor yang diminta, rencana pencairan Rp 50 juta per desa akan dibatalkan.

"Nanti kami bahas, kalau memang bisa, akan kami kabulkan," ucap Fadia.

Penulis : Nuke

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.