Jamin Penanganan Lanjutan Pasien Terpencil, RSUD Kajen Siapkan Rujukan Cepat Lewat Program SPELING
KFM PEKALONGAN, KAJEN – Jarak dan medan pegunungan yang terjal tak lagi jadi penghalang bagi warga Kecamatan Petungkriyono untuk mendapatkan akses pelayanan medis profesional. Melalui program inovatif SPELING (Spesialis Keliling), tim medis RSUD Kajen menyambangi langsung masyarakat di Puskesmas Petungkriyono dan Desa Tlogohendro, Rabu (29/7/2026).
Tak tanggung-tanggung, tiga dokter spesialis diterjunkan langsung ke lapangan, yakni spesialis penyakit dalam, spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan), serta spesialis anak. Hadirnya para dokter ahli ini menjadi jawaban atas tantangan geografis yang selama ini memaksa warga menempuh perjalanan jauh ke pusat kota demi berobat.
Direktur RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan, dr. Imam Prasetyo, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen pihak rumah sakit dalam mewujudkan keadilan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
"Kami menyadari tantangan geografis yang dihadapi warga Petungkriyono untuk menjangkau fasilitas kesehatan rujukan. Melalui SPELING, kami 'jemput bola' memindahkan ruang konsultasi spesialis ke dekat permukiman warga agar penanganan medis tidak terlambat," ujar dr. Imam Prasetyo.
Tingginya kebutuhan layanan medis di wilayah atas terlihat dari membeludaknya warga yang memanfaatkan kesempatan ini. Tercatat sebanyak 122 pasien berhasil ditangani oleh tim dokter spesialis RSUD Kajen.
"Rinciannya, 77 pasien mendapatkan penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam, 30 pasien anak diperiksa oleh spesialis anak, dan 15 ibu hamil mendapatkan pemeriksaan intensif dari dokter spesialis kandungan, ujar dr. Imam.
Khusus untuk penanganan ibu hamil, pelayanan dipusatkan di Puskesmas Petungkriyono karena telah dilengkapi fasilitas ultrasonografi (USG).
"Langkah ini krusial untuk memantau perkembangan janin serta mendeteksi secara dini potensi risiko kehamilan tinggi, lanjutnya.
Dari seluruh rangkaian pemeriksaan medis harian tersebut, sebanyak 30 pasien secara umum termasuk 7 ibu hamil di dalamnya direkomendasikan untuk menjalani tindakan medis rujukan atau pemantauan berkala lebih lanjut.
dr. Imam Prasetyo menambahkan bahwa sistem rujukan dari program SPELING ini dirancang agar terintegrasi secara cepat dengan RSUD Kajen.
"Fokus utama kami bukan hanya mengobati, tetapi juga deteksi dini. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan tindakan intensif, pasien langsung masuk dalam sistem rujukan yang terintegrasi, sehingga penanganan di RSUD Kajen bisa dilakukan tanpa membuang waktu," tegasnya.
Keberadaan SPELING diharapkan tidak hanya menjadi solusi temporer, tetapi juga mampu memperkuat fungsi pelayanan kesehatan primer di tingkat puskesmas dan desa.
"Dengan kolaborasi ini, penanganan kasus-kasus medis kompleks di daerah terpencil dapat terpetakan dengan lebih presisi," imbuhnya.
Pemkab Pekalongan melalui RSUD Kajen berkomitmen untuk terus menjalankan dan memperluas jangkauan program SPELING ke berbagai wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan fasilitas kesehatan.

Komentar Anda