Jalan Mulus Alun-Alun Kajen Tetap Diaspal Rp755 Juta, Warga Protes Jalan Desa Masih Rusak Parah



KFM PEKALONGAN, KAJEN – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk pengaspalan jalan di kawasan pusat pemerintahan memicu sorotan tajam publik. Di saat masyarakat di berbagai wilayah kecamatan dan desa harus berjuang melewati jalan berlubang dan rusak parah, akses di depan Kantor Bupati serta gedung DPRD Kabupaten Pekalongan justru kembali disiram aspal.

Pantauan di lokasi, ruas jalan Alun-alun Utara Kajen sebelumnya berada dalam kondisi mulus tanpa kerusakan berarti. Namun, pengerjaan pengaspalan ulang tetap bergulir sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026).

Kebijakan ini memantik reaksi keras dari warga lokal yang menilai prioritas pembangunan infrastruktur daerah tersebut kurang tepat sasaran.

Yusuf, salah seorang warga Kajen, menyayangkan keputusan pemerintah yang terkesan mengabaikan jalan-jalan rusak di lokasi lain. Menurutnya, masalah jalan berlubang dan bergelombang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di Kabupaten Pekalongan.

"Masalah jalan rusak, jalan berlubang, jalan bergelombang, jalan ditambal-tambal ini menjadi persoalan serius di Kabupaten Pekalongan," ujar Yusuf, Senin (7/9/2026).

Baca juga: Permudah Warga, Polres Pekalongan Mulai Bangun Pusat Layanan SIM dan SKCK Satu Atap

Yusuf membeberkan sejumlah jalur penting yang kondisinya sangat memprihatinkan, seperti jalur Karanganyar - Lebakbarang, jalan Desa Wangandowo di Kecamatan Bojong, hingga jalur tengah Tirto menuju Kota Pekalongan. Tak hanya di wilayah pinggiran, area dekat pusat kota Kajen seperti jalur Gandarum menuju objek wisata Linggo Asri pun mengalami kerusakan serupa.

"Harusnya anggaran dan perhatian pemerintah lebih dahulu diarahkan ke jalan yang tingkat kerusakannya lebih parah, dan menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat. Bukan, jalan yang masih mulus diperbaiki dan diaspal lagi," tegasnya.

Ia mendesak agar Pemkab Pekalongan memfokuskan anggaran untuk jalur-jalur vital yang menunjang mobilitas harian warga.

"Harapannya, prioritaskan pengaspalan jalan di akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sebab ini juga soal keselamatan keseharian warga Kabupaten Pekalongan ketika mau sekolah, mau periksa kesehatan, bahkan untuk mencari sumber ekonomi setiap harinya," tuturnya.

Baca juga: Putus Akibat Banjir Bandang, Urat Nadi Ekonomi Wonopringgo Kembali Pulih Lewat Jembatan Garuda

Yusuf menyoroti risiko keselamatan pengendara, terlebih dengan banyaknya truk besar yang melintas.

 "Jalan rusak, risiko kecelakaan semakin tinggi. Tahu sendiri sekarang banyak truk-truk besar di Kabupaten Pekalongan. Arusnya juga padat, ditambah jalan rusak," tambahnya.

"Jangan hanya memoles jalan di depan gedung pemerintahan. Kalau bergelombang saja, mereka sudah tidak nyaman berkendara sampai harus diaspal halus, begitu juga keadaan yang lebih parah dialami saya dan warga Pekalongan lainnya barangkali soal jalan yang rusak ini," pungkas Yusuf.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Plt Bupati Pekalongan Sukirman berdalih bahwa pengaspalan di kawasan Alun-alun Utara Kajen dilakukan karena kondisi permukaan jalan yang dinilai sudah tidak rata.

"Jalan depan kantor kan jalannya ngerjul-ngerjul (bergelombang). Itu hanya pemeliharaan saja, kalau tidak dipelihara nanti ruwak (rusak) lagi bro," kata Sukirman.

Proyek perbaikan jalan di kawasan Alun-alun Utara Kajen tersebut tercatat menelan dana sebesar Rp755 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan.

Tidak ada komentar

Tanggapan Anda Tentang Berita Ini ?

Diberdayakan oleh Blogger.